Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menyiapkan berbagai bentuk bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Salah satu bantuan yang diberikan adalah uang sebesar Rp 10 juta untuk setiap kepala keluarga, yang dapat digunakan untuk biaya kontrakan atau sebagai bekal sementara tinggal di rumah sanak saudara. Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan di tempat pengungsian.
"Yang pertama Rp 10 juta itu adalah menghindari tumpukan orang di kantor desa, yang disebut dengan orang posko atau tempat hunian sementara," ungkap Dedi Mulyadi kepada wartawan pada Rabu (28/1/2026).
Menurut Dedi, lebih baik bagi warga untuk mencari tempat tinggal sementara yang lebih layak daripada berkumpul di posko pengungsian. Menurutnya, penumpukan di tempat pengungsian justru dapat menyebabkan stres bagi para pengungsi.
"Saya selalu mengambil inisiatif di berbagai tempat, setiap ada bencana yang terukur jumlah orangnya, daripada ngumpul, berebut toilet, mengalami stres, lebih baik mereka cari kontrakan atau tinggal di rumah keluarganya," tegasnya. Selain itu, Dedi juga mengungkapkan bahwa ahli waris dari korban yang meninggal akibat bencana tersebut akan menerima santunan sebesar Rp 25 juta, termasuk keluarga prajurit TNI yang juga menjadi korban.
Dedi menambahkan bahwa setelah itu, pemerintah akan segera mencari lokasi yang aman untuk membangun rumah baru, dengan rencana awal sebanyak 34 unit.
Advertisement
Tidak Boleh Lagi di Perbukitan
"Saya cenderungnya bangun 40 (rumah), karena kebiasaan saya 40, bukan 34. Nanti dibangun yang desainnya atau konstruksinya disesuaikan dengan daerah pegunungan," jelasnya. Ia meyakinkan bahwa berbagai fasilitas yang dijanjikan akan segera direalisasikan. Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengenai lokasi perkampungan baru.
"Enggak boleh lagi di area perbukitan, enggak boleh lagi di area dengan bukit dengan kemiringan yang sangat curam," tegas Dedi. Ia juga berjanji untuk melakukan reforestasi di area yang terdampak longsor. Di lahan tersebut, akan ditanami kembali vegetasi yang memiliki akar kuat untuk menahan pergerakan tanah. Dedi memastikan bahwa lahan tersebut tidak akan digunakan sebagai permukiman warga lagi. "Akan dihutankan, dihijaukan, nanti tanaman vegetasi disini dan tanaman bambu. Karena disini bambu cukup kuat untuk menjaga kestabilan tanah," pungkasnya.