Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) baru-baru ini menggelar evaluasi komprehensif terhadap pelaksanaan program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) Green Climate Fund (GCF) Output 2. Evaluasi ini bertujuan untuk mempercepat penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) di wilayah tersebut. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya penguatan pengelolaan hutan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Rapat koordinasi penting ini dilaksanakan di Banjarbaru pada Rabu, 28 Januari, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan terkait. Fokus utama diskusi adalah menelaah berbagai capaian yang telah diraih oleh program REDD+ GCF Output 2. Pertemuan ini juga menjadi platform untuk mengidentifikasi tantangan serta kendala yang dihadapi di lapangan.
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, menyatakan bahwa evaluasi ini krusial untuk memastikan efektivitas program yang berjalan. Tujuannya adalah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung agenda penurunan emisi nasional. Koordinasi yang baik diharapkan mampu mengoptimalkan kontribusi program terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Capaian dan Lingkup Program REDD+ GCF Kalsel
Dalam evaluasi tersebut, Fathimatuzzahra memaparkan beragam program yang telah dilaksanakan di bawah payung REDD+ GCF Output 2. Program-program ini mencakup rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang esensial untuk pemulihan ekosistem yang rusak. Selain itu, pengamanan kawasan hutan juga menjadi prioritas utama guna mencegah deforestasi ilegal dan perambahan hutan.
Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui berbagai inisiatif pencegahan dan penanggulangan. Program ini juga berfokus pada penguatan kelembagaan di tingkat lokal dan regional untuk tata kelola hutan yang lebih baik. Perhutanan sosial digalakkan secara masif untuk memberdayakan masyarakat sekitar hutan melalui pengelolaan sumber daya hutan yang lestari.
Pengembangan kampung iklim turut menjadi bagian penting dari strategi REDD+ GCF Kalsel dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Seluruh program tersebut dirancang secara terpadu untuk mencapai target penurunan emisi GRK secara signifikan di Kalimantan Selatan.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Sektor dan Strategi Peningkatan Efektivitas
Selain menelaah capaian, rapat evaluasi juga membahas penyusunan arsitektur REDD+ subnasional Kalimantan Selatan yang lebih komprehensif. Pembahasan ini penting untuk menciptakan kerangka kerja yang lebih terstruktur dan adaptif terhadap kondisi lokal. Berbagai kendala operasional yang muncul di lapangan diidentifikasi secara cermat untuk dicarikan solusi terbaik.
Langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program menjadi fokus diskusi mendalam di antara para pemangku kepentingan. Penguatan sinergi lintas sektor ditekankan sebagai kunci keberhasilan implementasi program REDD+ GCF. Fathimatuzzahra menegaskan pentingnya koordinasi antar instansi pemerintah dan mitra pelaksana untuk mencapai tujuan bersama.
Program REDD+ GCF Output 2 merupakan salah satu instrumen daerah yang vital dalam mendukung agenda penurunan emisi nasional. Ini juga berkontribusi signifikan pada pengelolaan hutan berkelanjutan yang lebih baik di tingkat provinsi. Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk mencari solusi bersama atas kendala yang ada serta merumuskan strategi ke depan.
Advertisement
Dishut Kalsel berkomitmen penuh agar pelaksanaan REDD+ GCF Output 2 semakin optimal dan terarah dalam implementasinya. Program ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target pembangunan rendah emisi daerah. Tujuannya adalah mewujudkan pengelolaan hutan lestari serta kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews