Banjir Cipinang Melayu: Puluhan Warga Mengungsi, Ketinggian Air Capai 170 Cm

Puluhan warga RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, terpaksa mengungsi akibat banjir Cipinang Melayu yang mencapai 170 cm, memicu evakuasi dan bantuan darurat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Cipinang Melayu: Puluhan Warga Mengungsi, Ketinggian Air Capai 170 Cm
Puluhan warga RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, terpaksa mengungsi akibat banjir Cipinang Melayu yang mencapai 170 cm, memicu evakuasi dan bantuan darurat. (AntaraNews)

Sebanyak 50 warga RW 04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur (Jaktim), kini harus mengungsi akibat banjir yang melanda kawasan tersebut sejak Kamis (22/1) malam. Ketinggian air terus meningkat dan menyebabkan puluhan jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka. Situasi ini memerlukan respons cepat dari berbagai pihak terkait untuk membantu warga terdampak.

Ketua RW 04 Cipinang Melayu, Yoni Triorama, menyatakan bahwa ketinggian air telah mencapai 170 sentimeter (cm) di titik terdalam. Pengungsian warga mulai dilakukan sejak semalam untuk memastikan keselamatan mereka. Banjir ini dipicu oleh luapan Kali Sunter setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Warga yang mengungsi tersebar di dua lokasi penampungan sementara, yakni Masjid Universitas Borobudur dan Masjid Al-Hidayah. Berbagai bantuan juga mulai berdatangan, termasuk dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pasokan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Evakuasi dan Kondisi Pengungsian Warga

Dari total 50 pengungsi, sekitar 30 jiwa memilih untuk mengamankan diri di Masjid Universitas Borobudur. Sementara itu, 20 jiwa lainnya berlindung di Masjid Al-Hidayah, mencari tempat yang lebih aman dari genangan air. Kedua lokasi ini menjadi pusat sementara bagi warga yang terdampak banjir.

Fasilitas di tenda pengungsian saat ini masih terbatas, hanya tersedia tenda dan terpal untuk berlindung. Pihak RW masih menunggu bantuan berupa matras dan selimut untuk kenyamanan pengungsi. Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan untuk penyediaan MCK portabel guna memenuhi kebutuhan sanitasi yang mendesak.

Yoni Triorama menjelaskan bahwa bantuan sudah masuk dari Gulkarmat dan BPBD, termasuk pendirian tenda pengungsian. Rencananya, para pengungsi yang saat ini terpecah akan digabungkan di tenda BPBD. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pendataan dan koordinasi dalam penyaluran bantuan serta penanganan lebih lanjut.

Penanganan dan Bantuan di Lokasi Banjir

Bantuan makanan telah disalurkan kepada warga RW 04 Cipinang Melayu melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Total sebanyak 2.270 porsi makanan telah diterima untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi. Dukungan ini sangat vital untuk memastikan warga tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup selama masa pengungsian.

Untuk mempercepat surutnya air, petugas Gulkarmat dikerahkan untuk melakukan penyedotan di beberapa titik. Dua unit mobil Damkar dikerahkan pada Jumat ini, dengan fokus penyedotan di Jalan Haji Amsir dan Jalan Nurul Iman. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi ketinggian air secara signifikan.

Selain itu, petugas Sumber Daya Air (SDA) juga telah mengambil tindakan penanganan di pintu-pintu air yang berada di wilayah RW 04. Penanganan ini telah berlangsung sejak kemarin untuk mengantisipasi dan mengelola aliran air. Koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk penanganan banjir yang lebih efektif.

Penyebab dan Upaya Penanggulangan Banjir

Genangan air mulai masuk ke permukiman warga sejak Kamis (22/1) malam, dipicu oleh luapan Kali Sunter yang tidak mampu menampung debit air akibat curah hujan tinggi. Meskipun sempat surut sekitar 20 hingga 30 sentimeter pada dini hari, air kembali naik menjelang pagi hari. Kondisi ini menunjukkan dinamika banjir yang cepat berubah.

Yoni menegaskan bahwa banjir saat ini murni akibat luapan Kali Sunter, meskipun hujan sudah tidak turun. Ketinggian air bahkan lebih tinggi dari semalam, mencapai 170 cm di titik terdalam. Dampaknya, banyak warga mengalami kesulitan dan sebagian besar melakukan evakuasi secara mandiri.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih banyak dilakukan secara mandiri oleh warga terdampak. Tim gabungan belum melakukan evakuasi langsung karena ketinggian air dinilai masih dapat dikondisikan. Namun, pemantauan dan kesiapsiagaan terus ditingkatkan untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta sebelumnya telah mengerahkan tiga unit mobil penyedot banjir. Pengerahan ini dilakukan sejak Kamis (22/1) sore dengan 15 personel diterjunkan ke lokasi. Penyedotan difokuskan pada sejumlah titik di RW 04 Cipinang Melayu, termasuk RT 5 dan RT 3, serta berdampak pada wilayah RW 13 yang berdekatan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi