Jalan Kali Sekretaris Jakarta Barat Masih Terendam Banjir, Warga Ungkap Penyebabnya

Banjir Kali Sekretaris di Jakarta Barat masih merendam hingga Jumat sore, membuat akses kendaraan terhambat dan warga setempat mengungkapkan penyebab langganan banjir di wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jalan Kali Sekretaris Jakarta Barat Masih Terendam Banjir, Warga Ungkap Penyebabnya
Banjir Kali Sekretaris di Jakarta Barat masih merendam hingga Jumat sore, membuat akses kendaraan terhambat dan warga setempat mengungkapkan penyebab langganan banjir di wilayah tersebut. (AntaraNews)

Jalan Kali Sekretaris di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, masih terendam banjir hingga Jumat sore, 23 Januari 2026. Ketinggian air di area tersebut terpantau bervariasi antara 40 hingga 70 sentimeter pada pukul 17.30 WIB. Kondisi ini secara signifikan menghambat mobilitas warga dan kendaraan yang melintasi jalur di sisi kali maupun arah Tanjung Duren.

Banjir yang melanda Jalan Kali Sekretaris ini dilaporkan sudah terjadi sejak Kamis malam, 22 Januari 2026. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) terlihat di lokasi, berupaya menyedot air untuk dialirkan kembali ke Kali Sekretaris. Upaya penanganan terus dilakukan untuk mengurangi dampak genangan air.

Menurut keterangan Maman (62), seorang warga setempat, wilayah tersebut memang merupakan daerah langganan banjir. Maman menjelaskan bahwa beberapa titik di kawasan itu berada di dataran rendah, bahkan lebih rendah dari bibir Kali Sekretaris. Hal ini menjadikan area tersebut rentan terendam setiap kali hujan deras mengguyur.

Kondisi Terkini Banjir Kali Sekretaris dan Upaya Penanganan

Hingga Jumat sore, genangan air di Jalan Kali Sekretaris masih cukup tinggi, berkisar antara 40 hingga 70 sentimeter. Ketinggian air ini membuat jalanan tidak dapat dilintasi oleh kendaraan bermotor, baik di jalur yang berdekatan dengan kali maupun jalur menuju Tanjung Duren. Akibatnya, aktivitas warga dan arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi terganggu secara signifikan.

Petugas Damkar Jakarta Barat telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyedotan air. Mereka bekerja keras untuk mengalirkan genangan air kembali ke Kali Sekretaris, berharap dapat mempercepat surutnya banjir. Upaya ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah dalam menangani bencana banjir yang kerap melanda ibu kota.

Maman, warga yang telah lama tinggal di kawasan tersebut, memberikan kesaksian mengenai kondisi banjir. Ia menyebutkan bahwa pada Kamis malam, ketinggian air sempat mencapai paha orang dewasa. Namun, pada Jumat sore, air sudah mulai surut hingga setinggi lutut, menunjukkan adanya penurunan meskipun masih signifikan.

Penyebab dan Dampak Banjir Langganan Jakarta Barat

Warga setempat, Maman, menegaskan bahwa wilayah Jalan Kali Sekretaris memang merupakan langganan banjir. Menurutnya, kondisi geografis daerah yang rendah, bahkan di bawah permukaan bibir kali, menjadi faktor utama penyebab genangan. Setiap kali hujan deras turun, air cenderung mengumpul dan sulit surut di kawasan ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga Jumat pukul 16.00 WIB, masih ada 125 RT dan 16 ruas jalan di Jakarta yang terendam banjir. Genangan ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta luapan sejumlah sungai dan kali di ibu kota.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa sebaran genangan terjadi di lima wilayah kota dengan ketinggian bervariasi. Ketinggian air dilaporkan mulai dari 15 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter di beberapa titik terparah.

Sebaran Banjir di Wilayah Jakarta dan Titik Terparah

Data dari BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa wilayah Jakarta Barat menjadi daerah dengan dampak banjir terbanyak, mencatat total 40 RT yang terendam. Disusul oleh Jakarta Selatan dengan 44 RT, Jakarta Timur 34 RT, Jakarta Pusat 5 RT, dan Jakarta Utara 2 RT. Sebaran ini menunjukkan bahwa banjir masih menjadi masalah serius di berbagai penjuru ibu kota.

Di antara wilayah yang terdampak di Jakarta Barat, Kelurahan Duri Kosambi mengalami genangan terparah. Ketinggian air di kelurahan ini mencapai 120 sentimeter, yang diakibatkan oleh luapan Kali Angke. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus dan penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang untuk meminimalisir kerugian yang ditimbulkan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD terus memantau dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan banjir. Langkah-langkah mitigasi dan respons darurat terus diintensifkan guna melindungi warga dan fasilitas umum dari dampak bencana ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi