Universitas Hasanuddin (Unhas) secara tegas mengingatkan para siswa dan masyarakat agar tidak mudah percaya pada janji oknum terkait kelulusan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026. Peringatan ini disampaikan dalam upaya menjaga integritas serta keadilan proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Kampus berkomitmen penuh untuk memastikan semua tahapan seleksi berjalan transparan dan jujur.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas, Syamsu Rijal, menekankan pentingnya integritas selama kegiatan Sosialisasi dan Promosi SNPMB 2026. Acara tersebut berlangsung di Aula SMAN 1 Sidenreng Rappang (Sidrap), Makassar, baru-baru ini. Beliau menegaskan bahwa kelulusan hanya ditentukan oleh kemampuan dan prestasi siswa.
Selain peringatan terhadap praktik curang, Unhas juga memberikan panduan strategis kepada calon mahasiswa untuk meningkatkan peluang kelulusan SNPMB 2026. Muhammad Aswad, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi Unhas, memaparkan tips memilih jurusan. Pemahaman mendalam tentang variabel penilaian menjadi kunci utama dalam strategi ini.
Advertisement
Advertisement
Dalam menghadapi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Unhas mengimbau seluruh calon peserta untuk berhati-hati terhadap oknum yang menawarkan jalur kelulusan tidak resmi. Syamsu Rijal dengan tegas menyatakan bahwa metode kecurangan tidak akan pernah mengantar siswa ke perguruan tinggi negeri. Integritas seleksi adalah prioritas utama yang harus dijaga bersama.
“Kami meminta siswa untuk tidak percaya pada metode kecurangan yang mengiming-imingi kelulusan melalui jalur tidak resmi,” ujar Syamsu Rijal. Kelulusan memasuki perguruan tinggi negeri, khususnya Unhas, hanya ditentukan oleh kemampuan dan prestasi siswa sendiri. Proses ini berlangsung melalui sistem yang transparan dan akuntabel.
Komitmen Unhas terhadap seleksi yang adil dan jujur merupakan fondasi penting. Kampus ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa yang diterima adalah hasil dari usaha dan kapasitas akademik mereka. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk fokus pada persiapan belajar daripada mencari jalan pintas yang merugikan.
Advertisement
Advertisement
Muhammad Aswad dari Fakultas Farmasi Unhas menjelaskan bahwa pemilihan jurusan dalam SNPMB 2026 tidak boleh hanya didasarkan pada minat semata. Calon mahasiswa perlu memiliki pemahaman yang mendalam terhadap variabel penilaian yang berlaku. Strategi ini akan sangat membantu dalam memaksimalkan peluang diterima di program studi impian.
“Siswa harus cerdas mengenal poin penilaian yang ada,” kata Muhammad Aswad. Memahami bagaimana nilai dikompetisikan di program studi pilihan akan sangat membantu. Pengetahuan ini memungkinkan calon mahasiswa untuk menentukan posisi yang tepat. Dengan demikian, peluang lolos SNPMB 2026 akan lebih maksimal.
Analisis terhadap potensi diri dan persyaratan program studi menjadi krusial. Calon mahasiswa disarankan untuk tidak hanya melihat nilai akhir, tetapi juga komponen-komponen penilaian lainnya. Pendekatan yang strategis ini akan menghasilkan keputusan yang lebih informatif dan meningkatkan daya saing.
Advertisement
Advertisement
Pertanyaan dari Karina Aulia, siswi SMAN 1 Sidrap, mengenai variabel penilaian program studi spesifik, dijawab langsung oleh Syamsu Rijal. Beliau menjelaskan adanya kebijakan bobot mata pelajaran pendukung yang signifikan. Kebijakan ini menjadi salah satu penentu penting dalam proses seleksi SNPMB 2026.
“Masing-masing prodi memiliki bobot nilai tambah pada mata pelajaran tertentu yang relevan,” jelas Syamsu Rijal. Kesesuaian antara mata pelajaran di sekolah dengan program studi yang dipilih menjadi kunci penilaian tambahan. Hal ini berarti, siswa yang memiliki nilai unggul pada mata pelajaran pendukung akan memiliki keuntungan lebih.
Oleh karena itu, calon mahasiswa perlu mengidentifikasi mata pelajaran pendukung untuk program studi yang dituju sejak dini. Fokus pada peningkatan nilai di mata pelajaran tersebut dapat menjadi strategi efektif. Ini adalah langkah proaktif untuk memperkuat profil akademik mereka di mata panitia seleksi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews