Evakuasi Korban Pesawat ATR: Dua Jenazah Ditemukan di Gunung Bulusaraung Pangkep

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari Gunung Bulusaraung, Pangkep, untuk proses identifikasi lebih lanjut di Makassar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Evakuasi Korban Pesawat ATR: Dua Jenazah Ditemukan di Gunung Bulusaraung Pangkep
Dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi dari Gunung Bulusaraung ke Posko DVI Makassar. Proses identifikasi akan segera dilakukan untuk mengungkap identitas korban. (AntaraNews)

Dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah berhasil dievakuasi dari Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Proses evakuasi ini melibatkan tim SAR gabungan yang bekerja keras di tengah kondisi cuaca ekstrem. Jenazah-jenazah tersebut langsung dibawa ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Jalan Kumala Kota Makassar.

Danrem 141/Tomobulu Brigjen TNI Clif Rumbayan menyatakan, "Jam 20.30 Wita ini jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (Posko DVI Biddokes) di Makassar untuk dilakukan identifikasi." Pernyataan ini disampaikan melalui keterangan video saat konferensi pers di Posko SAR AJU Tompobulu, Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Selasa malam.

Proses evakuasi korban pesawat ATR ini menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi geografis pegunungan yang curam dan cuaca buruk. Hujan deras dan angin kencang beberapa kali menghambat upaya tim di lapangan. Kedua jenazah ditemukan di bawah jurang Gunung Bulusaraung setelah pencarian intensif.

Tantangan Evakuasi Korban Pesawat ATR di Medan Sulit

Proses evakuasi dua jenazah korban pesawat ATR 42-500 dari Gunung Bulusaraung, Pangkep, menghadapi kendala signifikan akibat kondisi cuaca buruk. Hujan dan angin kencang di wilayah pegunungan setempat seringkali memaksa tim SAR gabungan untuk menghentikan sementara operasi. Kecepatan angin yang mencapai 25 knot menjadi salah satu faktor utama penundaan evakuasi.

Danrem 141/Tomobulu Brigjen TNI Clif Rumbayan menjelaskan bahwa jenazah kedua harus ditarik dari kedalaman jurang sekitar 350 meter. Upaya penarikan ini dimulai pada pukul 11.00 Wita dan baru dapat diselesaikan pada pukul 17.15 Wita. Kondisi medan yang curam dan terjal menambah kompleksitas dalam operasi penyelamatan ini.

Setelah berhasil diangkat ke puncak gunung, tim evakuasi langsung menurunkan jenazah menempuh jalur darat hingga Posko AJU di Balocci, Desa Tompobulu. Perjalanan ini memakan waktu hingga dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita pada Selasa. Di posko tersebut, jenazah langsung diterima oleh Tim DVI Polda Sulsel untuk pelabelan awal sebelum dibawa ke Makassar.

Identifikasi Awal dan Kondisi Jenazah yang Ditemukan

Dua jenazah yang berhasil dievakuasi terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan, meskipun identitas pasti keduanya belum diketahui. Jenazah pertama, berjenis kelamin perempuan, ditemukan pada Minggu (18/1) di jurang lereng bukit pegunungan setempat oleh tim rescuer SAR gabungan. Penemuan ini menjadi titik terang dalam upaya pencarian korban kecelakaan pesawat ATR.

Sementara itu, jenazah kedua, berjenis kelamin perempuan, ditemukan tim rescuer SAR gabungan pada Senin (19/1) siang. Jenazah ini ditemukan dalam kondisi utuh dan tersangkut di batang pohon di tepi tebing curam. Lokasi penemuan jenazah kedua berada di lereng terdalam, dengan kedalaman jurang mencapai sekitar 400 meter.

Kedua jenazah ini diduga kuat merupakan kru dari pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan. Selain jenazah, tim juga menemukan serpihan pesawat dan barang pribadi korban yang tersebar di lokasi kejadian. Tercatat, 10 orang berada di dalam pesawat nahas tersebut saat insiden terjadi.

Proses identifikasi di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan akan melibatkan berbagai metode forensik. Hal ini penting untuk memastikan identitas korban secara akurat dan memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu. Tim DVI akan bekerja maksimal untuk menyelesaikan tugas penting ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi