Pemkab Pamekasan Ungsikan 10 KK Terdampak Bencana Longsor Pamekasan di Sana Daja

Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengambil tindakan cepat dengan mengungsikan sepuluh kepala keluarga yang rumahnya rusak akibat bencana Longsor Pamekasan di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Pamekasan Ungsikan 10 KK Terdampak Bencana Longsor Pamekasan di Sana Daja
Pemerintah Kabupaten Pamekasan mengambil tindakan cepat dengan mengungsikan sepuluh kepala keluarga yang rumahnya rusak akibat bencana Longsor Pamekasan di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, bergerak cepat mengevakuasi sepuluh kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean. Tindakan ini diambil setelah rumah-rumah warga mengalami kerusakan serius akibat pergerakan tanah yang terjadi. Seluruh korban kini telah diungsikan ke lokasi yang lebih aman untuk sementara waktu, memastikan keselamatan mereka terjamin.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akhmad Dofir Rosidi, mengonfirmasi bahwa para korban tidak lagi menempati rumah mereka yang rusak. Mereka memilih untuk mengungsi ke rumah famili terdekat, mencari perlindungan dari ancaman longsor susulan. Bencana longsor Pamekasan ini sendiri terjadi pada Sabtu (17/1) menyusul intensitas hujan deras di wilayah tersebut.

Awalnya, sebanyak 12 rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat bencana ini, tersebar di Dusun Paseset Timur, Dusun Sorren, dan Dusun Laok Gunung. Kerusakan yang terjadi meliputi dinding dan lantai rumah yang terbelah, serta fondasi bangunan yang ambles secara signifikan. Tim gabungan dari BPBD, polisi, dan TNI terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian hingga Minggu malam untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

Dampak Kerusakan dan Jumlah Korban Longsor Pamekasan

Bencana tanah longsor di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, telah menimbulkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Laporan awal menunjukkan bahwa 12 rumah mengalami kerusakan parah akibat pergerakan tanah yang dipicu curah hujan tinggi. Kerusakan ini tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan tersebar di tiga dusun berbeda, yakni Dusun Paseset Timur, Dusun Sorren, dan Dusun Laok Gunung.

Jenis kerusakan yang teridentifikasi sangat beragam dan membahayakan, mulai dari dinding dan lantai rumah yang terbelah hingga fondasi bangunan yang ambles. Kondisi ini membuat sejumlah rumah tidak layak huni dan sangat membahayakan keselamatan penghuninya. Akhmad Dofir Rosidi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pamekasan, mengonfirmasi adanya penambahan satu rumah lagi yang terdampak.

Dengan demikian, total 13 rumah kini mengalami kerusakan akibat bencana longsor Pamekasan ini, meskipun hanya melibatkan sepuluh kepala keluarga. Rosidi juga menyoroti bahwa bencana terparah dengan dampak paling luas terjadi di Dusun Paseset Timur. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak untuk penanganan lebih lanjut serta upaya pemulihan jangka panjang.

Upaya Penanganan dan Mitigasi Bencana Longsor Pamekasan

Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui BPBD telah mengambil langkah cepat dalam penanganan pasca-bencana longsor di Desa Sana Daja. Prioritas utama adalah keselamatan warga, sehingga sepuluh kepala keluarga yang terdampak telah diungsikan. Mereka memilih untuk tinggal sementara di rumah famili, memastikan mendapatkan tempat yang aman dan layak selama masa darurat ini.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Pemkab Pamekasan, kepolisian, dan TNI, terus melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian. Pemantauan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi geografis dan curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut. Petugas juga telah berhasil mengevakuasi material longsor yang sempat menutup akses jalan lintas desa.

Rosidi menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk mendapatkan dukungan dan penanganan lebih lanjut bagi korban terdampak. Bencana tanah longsor memang menjadi salah satu ancaman serius di Pamekasan saat musim hujan, di samping banjir dan angin kencang. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi