Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar untuk segera mengerahkan tim pencarian. Perintah ini menyusul hilangnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari. Insiden tersebut memicu respons cepat dari pemerintah daerah untuk membantu upaya kemanusiaan.
Pesawat dengan rute Yogyakarta-Makassar tersebut dilaporkan hilang kontak, memicu kekhawatiran serius akan keselamatan penumpang dan awaknya. Meskipun lokasi kejadian di luar batas administratif Kota Makassar, Wali Kota Munafri menegaskan ini adalah musibah kemanusiaan. Keterlibatan BPBD Makassar menunjukkan dukungan penuh pemerintah kota.
Tim gabungan, termasuk personel BPBD Makassar, kini berupaya menelusuri titik lokasi jatuhnya pesawat serta mencari korban. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan Basarnas sebagai koordinator utama operasi SAR. AirNav Makassar juga menyediakan data penerbangan terakhir untuk membantu pencarian.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh Pemkot Makassar dalam Operasi Kemanusiaan
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin secara tegas menyatakan bahwa pengerahan BPBD Kota Makassar merupakan bentuk dukungan penuh pemerintah kota. Hal ini dilakukan untuk membantu penanganan bencana dan upaya pencarian pesawat hilang, meskipun area kejadian berada di Kabupaten Maros. Munafri menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi situasi darurat.
"Ini adalah musibah kemanusiaan. Pemerintah Kota Makassar siap bersinergi dan membantu semaksimal mungkin, termasuk dukungan personel dan peralatan yang dibutuhkan," ujar Munafri di Makassar. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Pemkot Makassar untuk tidak membatasi bantuan berdasarkan wilayah administratif. Kesiapsiagaan ini mencerminkan tanggung jawab moral pemerintah daerah.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, membenarkan bahwa pengerahan timnya merupakan arahan langsung dari Wali Kota Munafri Arifuddin. Menurut Fadli, tindakan ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam situasi darurat. Mereka menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tidak mengenal batas wilayah dalam memberikan pertolongan.
Advertisement
Advertisement
Pengerahan Personel dan Peralatan Canggih BPBD
Sebagai respons cepat terhadap laporan hilang kontaknya pesawat ATR 42-500, BPBD Kota Makassar meningkatkan langkah penanganan darurat. Peningkatan respons ini mencakup pengerahan personel terlatih, penguatan sarana prasarana kebencanaan, serta penguatan koordinasi lintas instansi. Langkah ini adalah bagian dari operasi pencarian dan pertolongan yang terintegrasi.
Dalam operasi terpadu ini, BPBD Kota Makassar mengerahkan 12 personel yang siap diterjunkan ke lapangan. Selain itu, mereka juga membawa dua unit mobil ambulans untuk penanganan medis darurat dan dua unit mobil rescue yang dilengkapi berbagai peralatan. Pengerahan ini bertujuan mempercepat proses pencarian pesawat hilang dan evakuasi jika diperlukan.
Untuk mendukung pemantauan udara yang lebih efektif, BPBD Kota Makassar juga menyediakan satu unit drone. Peralatan canggih ini diharapkan dapat membantu tim gabungan menyisir area yang sulit dijangkau. "Ini kan tujuan penerbangannya adalah Makassar, sehingga kesiapsiagaan menjadi tanggung jawab moral kami," tambah Fadli Tahar, Kepala BPBD.
Advertisement
Advertisement
Koordinasi Lintas Instansi dan Perkembangan Pencarian
Langkah-langkah yang diambil BPBD Kota Makassar merupakan tindak lanjut dari informasi resmi yang diterima dari AirNav Makassar. Koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan Basarnas, yang bertindak sebagai leading sector dalam operasi Search and Rescue (SAR). Kolaborasi ini memastikan upaya pencarian pesawat hilang berjalan terstruktur dan efisien.
Dalam operasi terpadu ini, BPBD Kota Makassar tidak hanya mendukung upaya pencarian, tetapi juga mengambil peran strategis sebagai koordinator shelter pencarian. Peran ini penting untuk memastikan logistik dan kebutuhan tim pencari di lapangan terpenuhi. Sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Hingga saat ini, proses pencarian pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung dengan intensif. Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat, berdasarkan data terakhir radar dan informasi dari warga sekitar. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, demi kelancaran kerja tim penyelamat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews