Ribuan Rumah Masih Terendam Banjir Pasuruan di Dua Kecamatan

Banjir Pasuruan masih mengepung ribuan rumah di Kecamatan Rejoso dan Grati, memaksa BPBD dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat menyalurkan bantuan serta mengimbau kewaspadaan warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ribuan Rumah Masih Terendam Banjir Pasuruan di Dua Kecamatan
Banjir Pasuruan masih mengepung ribuan rumah di Kecamatan Rejoso dan Grati, memaksa BPBD dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat menyalurkan bantuan serta mengimbau kewaspadaan warga. (AntaraNews)

Ribuan rumah di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, masih terendam banjir hingga Minggu (4/1/2026), setelah genangan air mulai terjadi sejak Sabtu (3/1/2026) malam. Dua kecamatan, yakni Rejoso dan Grati, menjadi wilayah terdampak paling parah dalam bencana hidrometeorologi ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan terus memantau kondisi dan melakukan penanganan darurat di lapangan.

Ketinggian air bervariasi, dengan rata-rata mencapai 20 hingga 40 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai 50 sentimeter. Kondisi ini mengganggu aktivitas ribuan warga di tujuh desa di Kecamatan Rejoso dan satu desa di Kecamatan Grati. Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir.

Kepala BPBD Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyatakan optimisme bahwa genangan air akan segera surut jika tidak ada hujan deras susulan. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang kerap melanda Pasuruan saat musim hujan.

Kondisi Terkini Banjir Pasuruan di Kecamatan Rejoso

Banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan masih menjadi perhatian utama, khususnya di Kecamatan Rejoso. Data dari BPBD Pasuruan mencatat tujuh desa di wilayah ini terendam, dengan ketinggian air rata-rata 20 hingga 40 sentimeter. Desa-desa terdampak meliputi Sadengrejo, Karang Pandan, Pandanrejo, Kawisrejo, Toyaning, Kedungbako, dan Jarangan.

Di Desa Sadengrejo, Dusun Bantengan mencatat ketinggian air mencapai 50 sentimeter, menunjukkan dampak yang signifikan. Sementara itu, di Desa Toyaning, Dusun Toyaning menjadi area yang paling parah terdampak genangan air. Situasi ini memerlukan penanganan cepat untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

BPBD Kabupaten Pasuruan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan situasi banjir. Upaya evakuasi dan penyaluran bantuan terus dilakukan secara berkala untuk membantu masyarakat yang kesulitan.

Dampak dan Penanganan di Kecamatan Grati

Selain Rejoso, Kecamatan Grati juga merasakan dampak Banjir Pasuruan, meskipun dengan cakupan yang lebih terpusat. Desa Kedawung Kulon, khususnya Dusun Kebrukan, menjadi titik fokus genangan air di wilayah ini. Kondisi ini menambah daftar area terdampak bencana di Kabupaten Pasuruan.

Kepala BPBD Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengungkapkan bahwa genangan di Dusun Kebrukan, Grati, sudah menunjukkan tanda-tanda surut. Optimisme ini muncul dengan harapan tidak ada hujan deras yang kembali mengguyur daerah tersebut. Pemantauan intensif tetap dilakukan untuk memastikan genangan benar-benar hilang.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah mengambil langkah-langkah kedaruratan yang cepat dan tanggap sejak banjir pertama melanda dua kecamatan tersebut. Bantuan berupa makanan siap saji, camilan, dan logistik lainnya telah didistribusikan kepada warga terdampak. Tindakan ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam membantu masyarakat yang kesulitan akibat banjir.

Imbauan Kewaspadaan dan Respons Pemerintah

Menanggapi situasi Banjir Pasuruan dan potensi bencana hidrometeorologi lainnya, BPBD Kabupaten Pasuruan mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat. Warga diminta untuk selalu waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, angin kencang, dan tanah longsor, mengingat musim hujan masih berlangsung di wilayah Pasuruan. Kesiapsiagaan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman bencana.

Sugeng Hariyadi menegaskan bahwa distribusi bantuan makanan siap saji dan kebutuhan pokok lainnya akan terus berlanjut selama masa tanggap darurat. Fokus utama adalah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Harapannya, cuaca segera membaik sehingga genangan air dapat segera surut sepenuhnya.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada warganya. Koordinasi antar instansi terkait terus diperkuat untuk penanganan bencana yang lebih efektif. Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari BPBD dan pemerintah daerah demi keselamatan bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi