TNI Beri Pelayanan Medis dan Trauma Healing di Aceh, Pulihkan Warga Terdampak Banjir

Tim gabungan TNI AD memberikan Pelayanan Medis TNI Aceh dan pemulihan trauma bagi ratusan warga terdampak banjir di Bener Meriah, Aceh, demi kesehatan dan keceriaan mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
TNI Beri Pelayanan Medis dan Trauma Healing di Aceh, Pulihkan Warga Terdampak Banjir
Tim gabungan TNI AD memberikan Pelayanan Medis TNI Aceh dan pemulihan trauma bagi ratusan warga terdampak banjir di Bener Meriah, Aceh, demi kesehatan dan keceriaan mereka. (AntaraNews)

Tim kesehatan gabungan TNI AD dan relawan bergerak cepat memberikan pelayanan medis komprehensif kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan kesehatan fisik dan mental masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana alam. Upaya kemanusiaan ini menjadi sorotan utama dalam penanganan dampak banjir di wilayah tersebut.

Kegiatan kemanusiaan ini dipusatkan di Posko Kesehatan Gabungan Kecamatan Mesidah pada Sabtu (3/1) lalu, menjangkau desa-desa yang paling parah terdampak. Desa Pantan Kuli dan Desa Cemparam Lama menjadi fokus utama dalam distribusi bantuan kesehatan dan pemulihan trauma. Total 167 warga telah menerima layanan kesehatan vital ini, mencakup berbagai kelompok usia.

Pelayanan yang diberikan tidak hanya mencakup pemeriksaan dan pengobatan penyakit, tetapi juga program pemulihan trauma atau trauma healing khusus untuk anak-anak. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat mengembalikan keceriaan dan rasa aman bagi korban banjir. Komitmen TNI bersama unsur terkait dalam penanganan bencana terlihat jelas melalui aksi nyata ini.

Fokus Pelayanan Medis di Wilayah Terdampak Banjir Aceh

Fokus Pelayanan Medis TNI Aceh diarahkan secara strategis ke beberapa lokasi terdampak parah di Kabupaten Bener Meriah. Posko Kesehatan Gabungan Kecamatan Mesidah menjadi pusat koordinasi utama untuk menjangkau area-area terpencil. Desa Pantan Kuli dan Desa Cemparam Lama adalah dua desa prioritas yang mendapatkan perhatian khusus dari tim medis.

Secara keseluruhan, tercatat 167 warga telah mendapatkan Pelayanan Medis TNI Aceh yang vital ini. Angka tersebut terdiri dari 73 orang dewasa, 52 lansia, serta 42 anak dan balita yang membutuhkan penanganan segera. Kehadiran tim medis memberikan harapan baru bagi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Keluhan dominan yang ditangani oleh tim Pelayanan Medis TNI Aceh sangat beragam, mencerminkan kondisi kesehatan pascabanjir. Hipertensi, ISPA, demam, diare, gatal-gatal, dispepsia, serta Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) menjadi kasus yang paling banyak ditemukan. Penanganan cepat ini krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut di kalangan warga terdampak.

Upaya Trauma Healing untuk Anak-anak Korban Banjir

Selain Pelayanan Medis TNI Aceh, program trauma healing menjadi bagian integral dari misi kemanusiaan ini, khususnya bagi anak-anak. Di Desa Pantan Kuli, sekitar 40 anak korban bencana mendapatkan sesi pemulihan trauma yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengembalikan keceriaan dan rasa aman mereka setelah insiden banjir.

Melalui kegiatan bermain, bernyanyi, dan makan bersama, tim berusaha menciptakan lingkungan yang positif bagi anak-anak. Pendekatan ini sangat efektif untuk membantu mereka mengatasi ketakutan dan kecemasan pascabencana. Unsur TNI dan Persit Kartika Chandra Kirana turut berperan aktif dalam memastikan kelancaran setiap sesi.

Bantuan perlengkapan sekolah juga disalurkan oleh PNS Kodam Iskandar Muda, melengkapi upaya pemulihan psikologis. Pemberian bantuan ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak untuk kembali bersemangat dalam belajar. Di Desa Cemparam Lama, pelayanan serupa juga diberikan kepada warga dari desa-desa sekitarnya.

Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Bencana

Keberhasilan Pelayanan Medis TNI Aceh dan program trauma healing ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang kuat. Sebanyak 37 personel terlibat, terdiri dari tenaga medis kecamatan, bidan desa, perawat puskesmas, dan tenaga kesehatan TNI. Dokter dan komunitas relawan juga turut serta, menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi.

Keterlibatan berbagai pihak ini memastikan cakupan pelayanan yang luas dan efektif di tengah keterbatasan akses pascabanjir. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci utama. Komitmen bersama ini bertujuan untuk meringankan beban warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan.

Melalui pelayanan terpadu ini, diharapkan kesehatan masyarakat terdampak dapat terjaga secara optimal. Selain itu, pemulihan kondisi psikologis, khususnya anak-anak, menjadi prioritas yang tidak kalah penting. TNI bersama unsur terkait terus menunjukkan dedikasi dalam setiap penanganan bencana alam di Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi