Pemkot Banjarmasin Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Rob

Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi warga di Sungai Lulut yang terdampak banjir rob, menegaskan komitmen penanganan bencana di wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Banjarmasin Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Rob
Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik bagi warga di Sungai Lulut yang terdampak banjir rob, menegaskan komitmen penanganan bencana di wilayah tersebut. (AntaraNews)

Pemkot Banjarmasin Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Banjir Rob

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir rob di wilayah Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur. Penyaluran bantuan ini merupakan respons cepat atas kondisi darurat yang melanda sebagian wilayah tersebut. Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR secara langsung meninjau lokasi terdampak untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik.

Banjir rob yang melanda Sungai Lulut ini terjadi sejak Jumat malam, 2 Januari 2026, akibat kombinasi air pasang tinggi dan intensitas hujan yang juga tinggi. Ketinggian air di beberapa area, khususnya di RT 08 RW 01, mencapai sekitar setengah lutut orang dewasa, menyebabkan kesulitan signifikan bagi penduduk setempat. Kondisi ini diperparah oleh lokasi Sungai Lulut yang memiliki banyak anak sungai terhubung ke Sungai Martapura dan bermuara ke Sungai Barito.

Wali Kota Yamin menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh memberikan perhatian besar terhadap bencana ini, meskipun skalanya bukan banjir besar. Bantuan logistik disalurkan secepatnya untuk meringankan beban warga yang mengalami kesulitan akibat genangan air. Pemerintah Kota Banjarmasin tidak akan tinggal diam melihat warganya terdampak musibah.

Penanganan Banjir Rob dan Kolaborasi Lintas Daerah

Wilayah Kelurahan Sungai Lulut memiliki setidaknya lima sungai yang saling terhubung dengan Sungai Martapura, yang pada akhirnya bermuara ke Sungai Barito. Kondisi geografis ini membuat Sungai Lulut rentan terhadap banjir rob, terutama saat terjadi pasang air laut dan curah hujan tinggi. Keberadaan banyak sungai ini mempercepat penyebaran air dan memperparah genangan di permukiman warga.

Mengingat Sungai Lulut berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar, penanganan banjir di wilayah ini memerlukan kolaborasi lintas daerah yang efektif. Wali Kota Yamin berharap ada kerja sama antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kabupaten Banjar. Kolaborasi ini sangat penting, terutama dalam upaya normalisasi dan perbaikan aliran sungai yang menjadi kunci mitigasi banjir di masa mendatang.

Normalisasi dan revitalisasi sungai diharapkan dapat dilaksanakan secara maksimal, namun tidak pada musim hujan atau saat air pasang. Yamin menyarankan agar pengerjaan dilakukan pada musim kemarau untuk mencapai hasil yang lebih optimal dan efektif. Pendekatan ini akan memastikan bahwa upaya perbaikan infrastruktur sungai tidak terhambat oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Pemerintah Kota Banjarmasin juga telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Balai Wilayah Sungai untuk meninjau kondisi warga di RT 08 Sungai Lulut. Koordinasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencari solusi jangka panjang dan melibatkan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa penanganan banjir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam pencegahan.

Solusi Jangka Panjang dan Peran Masyarakat

Selain normalisasi sungai, Wali Kota Yamin juga menyoroti perlunya pembangunan saluran drainase multifungsi. Drainase ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur aliran air, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai akses jalan bagi warga, baik pejalan kaki maupun pengendara roda dua, dengan sistem saluran tertutup. Konsep ini diharapkan dapat memberikan solusi ganda untuk masalah banjir dan aksesibilitas.

Pembangunan drainase multifungsi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Banjarmasin untuk mengatasi banjir rob secara komprehensif. Dengan sistem tertutup, drainase ini diharapkan lebih efektif dalam mengelola volume air dan mengurangi risiko genangan. Inovasi ini juga menunjukkan upaya pemerintah dalam menciptakan infrastruktur yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Yamin juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bermukim di bantaran sungai, agar tidak memperluas bangunan hingga melewati batas sempadan sungai. Ia menekankan bahwa pembangunan yang menjorok ke sungai dapat mengganggu aliran air dan merugikan masyarakat secara luas. Kepatuhan terhadap aturan tata ruang sangat krusial untuk menjaga fungsi alami sungai.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari masyarakat. Partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan sungai adalah elemen penting dalam upaya mitigasi banjir. Kesadaran kolektif akan dampak pembangunan di sempadan sungai sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan lestari.

Tanggap Darurat dan Evakuasi Warga

Sebagai langkah tanggap darurat, sebuah mushalla yang posisinya lebih tinggi dari area sekitar telah dijadikan tempat evakuasi sementara bagi warga terdampak. Lokasi ini dipilih karena relatif aman dari genangan air dan dapat menampung warga yang membutuhkan perlindungan. Mushalla tersebut terhubung langsung dengan pengurus RT setempat untuk memudahkan koordinasi.

Warga yang terdampak kemungkinan akan bertahan di mushalla tersebut selama air masih pasang dan kondisi belum memungkinkan untuk kembali ke rumah. Langkah evakuasi ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah dan komunitas dalam menghadapi situasi darurat. Prioritas utama adalah keselamatan dan kenyamanan warga yang terkena musibah.

Petugas BPBD Banjarmasin juga telah melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan, seperti lansia, di Sungai Lulut Dalam RT 8. Evakuasi dilakukan menggunakan perahu kecil karena ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Upaya ini memastikan bahwa semua warga yang membutuhkan bantuan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi