BNPB Siapkan Kelas Darurat di Sumatra, Pastikan Kegiatan Belajar Tetap Berjalan Pasca-Banjir

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda berkapasitas besar sebagai kelas darurat untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlanjut di wilayah Sumatra yang terdampak banjir parah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BNPB Siapkan Kelas Darurat di Sumatra, Pastikan Kegiatan Belajar Tetap Berjalan Pasca-Banjir
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan tenda berkapasitas besar sebagai kelas darurat untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlanjut di wilayah Sumatra yang terdampak banjir parah. (AntaraNews)

BNPB Siapkan Tenda Kelas Darurat di Sumatra

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan tenda berkapasitas besar, atau tenda pleton, untuk berfungsi sebagai ruang kelas sementara di wilayah Sumatra yang dilanda banjir. Langkah ini diambil guna memastikan kegiatan sekolah dapat kembali berjalan sesuai jadwal pada 5 Januari 2026.

Persiapan ini menjadi krusial mengingat banyak sekolah yang terdampak parah akibat bencana banjir dan tanah longsor di beberapa provinsi. Tenda-tenda ini didistribusikan sebagai solusi darurat agar proses belajar mengajar tidak terhenti.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tenda pleton tersebut telah memenuhi standar. Tenda ini mampu menampung antara 30 hingga 50 orang siswa dan guru.

Fokus Penyiapan Tenda Darurat dan Kondisi Sekolah Terdampak

BNPB secara spesifik memfokuskan penyiapan tenda-tenda ini di beberapa lokasi, terutama di Provinsi Aceh. Aceh menjadi prioritas utama karena merupakan wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana.

Abdul Muhari menambahkan bahwa tenda-tenda ini berfungsi sebagai cadangan. Ini untuk mengantisipasi jika proses pembersihan dan perbaikan di sekolah-sekolah tertentu belum rampung sebelum dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar pekan depan.

Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memulihkan sektor pendidikan secepat mungkin. Tenda kelas darurat menjadi solusi praktis di tengah kondisi infrastruktur sekolah yang rusak.

Pemulihan Pendidikan Pasca-Bencana dan Data Kerusakan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, sebelumnya menyatakan bahwa 85 persen sekolah yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra telah kembali beroperasi.

Dari total 4.149 sekolah yang terdampak, sebanyak 3.508 sekolah kini sudah dapat digunakan kembali. Namun, terdapat 54 sekolah yang terpaksa harus menyelenggarakan kelas di tenda karena kerusakan parah pada bangunan mereka.

Rincian sekolah yang kembali beroperasi mencakup 2.226 sekolah di Aceh, 902 di Sumatra Utara, dan 380 di Sumatra Barat. Sementara itu, tenda darurat yang telah didirikan meliputi 14 di Aceh, 19 di Sumatra Utara, dan 21 di Sumatra Barat.

Selain itu, masih ada 587 sekolah yang dalam proses pembersihan. Sebanyak 516 di antaranya berada di Aceh, 29 di Sumatra Utara, dan 42 di Sumatra Barat.

Dampak Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra

Banjir dan tanah longsor dahsyat melanda tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pada akhir November 2025. Bencana ini terjadi menyusul curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus-menerus.

Menurut catatan BNPB per Jumat (2 Januari), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di ketiga provinsi tersebut telah mencapai 1.157 jiwa. Selain itu, 165 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Situasi ini menggarisbawahi urgensi upaya pemulihan dan penanggulangan bencana yang komprehensif. Pemerintah terus berupaya memberikan bantuan dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan fasilitas dasar, termasuk pendidikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi