PT Pertamina (Persero) secara sigap memberikan bantuan vital berupa pasokan air bersih dan pembersihan sumur warga di Kabupaten Aceh Tamiang, Sumatera. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan air dan menjaga kesehatan masyarakat yang terdampak bencana.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan air bersih menjadi prioritas utama karena esensial untuk kehidupan sehari-hari dan sanitasi.
Hingga saat ini, Pertamina telah mereaktivasi belasan sumur dan mendistribusikan jutaan liter air bersih, sekaligus memperbaiki fasilitas sanitasi di pusat layanan kesehatan. Program ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk wilayah terdampak.
Advertisement
Advertisement
Upaya Reaktivasi Sumur dan Distribusi Air di Aceh Tamiang
Dalam menghadapi kesulitan akses air layak konsumsi bagi warga terdampak bencana, Pertamina mengambil tindakan nyata dengan mereaktivasi sumur-sumur warga. Proses ini dilakukan secara bertahap guna memastikan akses air bersih lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
Kolaborasi erat terjalin antara Pertamina dengan Wanadri dan TNI dalam pelaksanaan program ini. Hingga Jumat, 26 Desember 2025, sebanyak 12 sumur telah berhasil direaktivasi di berbagai lokasi strategis di Aceh Tamiang.
Sumur-sumur yang telah dipulihkan tersebar di beberapa titik, termasuk Posko Pertamina Peduli Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, Karang Baru, Desa Babo, Desa Bandar Pusaka, serta Kota Kualasimpang. Upaya ini memastikan penyediaan air bersih dapat menjangkau lebih banyak warga.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Fasilitas Sanitasi dan Pasokan Berkelanjutan
Selain reaktivasi sumur, Pertamina juga fokus pada perbaikan fasilitas sanitasi air di sejumlah pusat layanan kesehatan penting. Ini termasuk RSUD Aceh Tamiang, Puskesmas Bandar Pusaka, Puskesmas Tamiang Hulu, dan Puskesmas Rantau, yang sangat krusial untuk menjaga kesehatan masyarakat pascabencana.
Distribusi air bersih juga dilakukan secara periodik dan masif. Sejak 4 Desember 2025, total air bersih yang telah dipasok Pertamina ke Aceh Tamiang mencapai 1,4 juta liter, menggunakan 191 mobil tangki.
Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga. Keterlibatan ini memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi pascabencana, bukan hanya saat tanggap darurat tetapi juga dalam fase pemulihan.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pertamina dalam Tanggung Jawab Sosial Lingkungan
Program sanitasi air ini merupakan bagian integral dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Tujuan utamanya adalah mendukung pemulihan kualitas hidup masyarakat yang terdampak bencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Pertamina tidak hanya berhenti pada penyediaan air bersih dan perbaikan fasilitas di Aceh Tamiang. Perusahaan juga tengah memproses pengeboran tiga sumur bor baru di wilayah tersebut untuk solusi jangka panjang.
Lebih lanjut, upaya bantuan air bersih juga diperluas ke wilayah lain. Di Lhokseumawe, Pertamina telah menyalurkan bantuan air bersih yang menjangkau 100 titik distribusi, menunjukkan cakupan bantuan yang lebih luas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews