Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, melaporkan bahwa sebanyak 82 rumah warga mengalami kerusakan parah. Kejadian ini disebabkan oleh terjangan angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Kamis.
Peristiwa bencana alam ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, menyebabkan kerugian material yang signifikan bagi masyarakat. Tim gabungan dari BPBD segera bergerak cepat untuk melakukan asesmen dan penanganan di lokasi terdampak.
Dua kecamatan di Bondowoso menjadi wilayah paling parah terdampak, dengan puluhan rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Upaya evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang masih terus dilakukan untuk memulihkan kondisi.
Advertisement
Advertisement
Dampak Angin Kencang Meluas di Dua Kecamatan
Angin kencang yang disertai hujan deras telah menyebabkan kerusakan meluas di tujuh desa yang tersebar di dua kecamatan di Bondowoso. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, merinci bahwa desa-desa terdampak meliputi Jambesari, Sumberjeruk, Pengarang, Tegalpasir, dan Pocanganum di Kecamatan Jambesari. Selain itu, Desa Mengok dan Sukorkerto di Kecamatan Pujer juga tidak luput dari terjangan bencana ini.
Mayoritas kerusakan yang dialami rumah warga adalah pada bagian atap yang terhempas angin. Selain itu, beberapa rumah juga tertimpa pohon tumbang, memperparah kondisi bangunan yang sudah rapuh.
Kristianto menjelaskan, "Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan merusak puluhan rumah warga dan sejumlah pohon tumbang." Pernyataan ini menegaskan intensitas kejadian yang cukup tinggi.
Advertisement
Puluhan rumah terdampak angin kencang di tujuh desa itu mengalami rusak ringan, sedang, hingga rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang. Kondisi ini memerlukan penanganan serius dari pihak berwenang dan bantuan dari masyarakat.
Advertisement
Penanganan Darurat dan Langkah Selanjutnya
Setelah menerima informasi mengenai peristiwa tersebut, petugas BPBD Bondowoso segera melakukan asesmen di lokasi kejadian. Mereka juga mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga dan yang menutup akses jalan desa, memastikan jalur transportasi kembali lancar.
Meskipun demikian, beberapa pohon tumbang di titik tertentu belum dapat ditangani secara langsung. Kondisi yang tidak memungkinkan dan membahayakan tim gabungan menjadi alasan penundaan penanganan tersebut.
Kristianto menyatakan, "Namun untuk pohon tumbang di beberapa titik masih belum bisa ditangani karena kondisi yang tidak memungkinkan dan membahayakan tim gabungan dan akan dilanjutkan pada Jumat (5/12) besok." Hal ini menunjukkan komitmen BPBD untuk melanjutkan upaya pembersihan.
Advertisement
Upaya penanganan darurat terus berjalan dengan fokus pada evakuasi dan pembersihan. BPBD Bondowoso juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara jika diperlukan.
Sumber: AntaraNews