Gibran Rakabuming Raka mengaku memiliki banyak tantangan saat dirinya kini menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) dengan usia muda. Namun, dirinya masih bersyukur dengan bisa belajar langsung dari dua orang mantan presiden dan satu orang yang kini menjabat presiden.
Hal ini disampaikan Gibran itu dalam acara 'Gibran Bicara Bersama Retno Pinasti' Ekslusif Liputan6 SCTV.
"Isu yang paling banyak mendapat sentimen positif untuk mas Gibran adalah pelantikan sebagai Wapres termuda. Nah, gimana mas rasanya jadi Wapres termuda? Atau dalam usia yang relatif muda ya? Apa ada tantangan yang beda?," tanya Pemimpin Redaksi SCTV & Indosiar, Retno Pinasti seperti dikutip dalam video yang dilihat merdeka.com, Rabu (3/12).
Advertisement
Mengambil keputusan
"Tantangan pasti banyaklah. Tapi ya saya merasa bersyukur. Saya bisa belajar langsung dari tiga presiden. Dari zaman wali kota saya banyak dibimbing oleh Ibu Megawati Soekarnoputri. Dan saya kira beliau itu luar biasa perempuan yang paling hebat di negeri ini," jawab Gibran.
Kini, mantan Wali Kota Solo itu pun juga mengaku banyak belajar dari Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam setiap mengambil suatu keputusan.
"Dan sekarang saya bekerja di bawah Pak Presiden Prabowo, saya juga banyak belajar dari beliau," ujar Gibran.
"Keberanian beliau dalam mengambil keputusan, semangat beliau untuk menyatukan semua elemen, rekonsiliasi. Itu luar biasa. Saya banyak belajar dari beliau," sambungnya.
Advertisement
Networking di dunia internasional
Apalagi kesuksesan dirinya dalam kegiatan atau acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika karena belajar dari Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
"Dan kemarin G20 di Afrika bisa sukses ya karena saya belajar dari beliau. Bagaimana beliau membentuk networking di dunia internasional, bagaimana beliau melobi kepala-kepala negara. Saya banyak belajar dari beliau," ungkapnya.
"Belajar langsung dari tiga presiden sekaligus," tambahnya.
"Tiga presiden sekaligus, Pak Prabowo pasti yang paling intens ya karena kan sebagai wakilnya. Tapi mungkin bisa di-spill dikit mas, apa yang paling banyak dipetik dari dua presiden yang sebelumnya, Pak Jokowi dan Ibu Mega?," tanya Retno.
Advertisement
Blusukan
"Ibu Mega itu selalu menyampaikan ke saya langsung. Biasanya saya main ke rumah beliau. Harus sering menyapa warga, mendengar keluhan warga, mencatat keluhan warga, lalu langsung dicarikan solusinya. Itu yang saya lakukan dan itu yang dipimpin beliau dari zaman saya wali kota," jawab Gibran.
Sehingga, menurutnya blusukan itu menjadi penting untuk bisa mendengarkan langsung keluh kesah masyarakat.
"Jadi itulah pentingnya blusukan, itulah pentingnya mendatangi langsung sumber-sumber masalah yang ada di daerah-daerah. Jadi, saya berterima kasih sekali pada beliau," pungkas Gibran.