Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara tegas menyatakan bahwa penyandang disabilitas di wilayahnya memiliki hak dan ruang yang setara dengan warga lainnya. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur di Bandarlampung pada Sabtu (15/11), menyoroti pentingnya keadilan dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas. Ia menekankan bahwa setiap individu, termasuk disabilitas, berhak untuk hidup, belajar, bekerja, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Pemerintah Provinsi Lampung berjanji akan terus menghadirkan fasilitas ramah disabilitas serta membuka akses yang adil di berbagai sektor. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan kehidupan sosial.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemerintah Provinsi dalam Kesetaraan Akses
Pemerintah Provinsi Lampung memiliki komitmen kuat untuk terus menghadirkan ruang yang adil dan setara bagi seluruh masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan fasilitas yang ramah disabilitas dan membuka akses yang adil di berbagai sektor kehidupan.
Setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk hidup, belajar, bekerja, berinovasi, dan berkontribusi bagi daerah. "Mereka bukan hanya bagian dari keluarga besar masyarakat, tetapi juga potensi besar yang bisa membawa perubahan positif," ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Pemerintah Provinsi Lampung juga akan terus mengembangkan potensi penyandang disabilitas melalui peningkatan akses pendidikan, pelatihan keterampilan, dan program kewirausahaan. Dukungan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian dan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam masyarakat.
Advertisement
Gubernur meminta Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL) untuk terus mengidentifikasi peluang dan akses yang dapat diperkuat. Hal ini penting agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam berbagai bidang, sejalan dengan visi Lampung yang peduli dan menghargai keberagaman.
Advertisement
Peluang Kerja dan Inovasi untuk Disabilitas
Salah satu langkah nyata dalam memberikan akses kesempatan kerja bagi disabilitas adalah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini telah membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas, menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan.
"Keberadaan dapur SPPG ini menjadikan Lampung sebagai provinsi pertama di Indonesia yang mempekerjakan penyandang disabilitas," kata Gubernur. Dapur SPPG pertama di Indonesia yang menyerap tenaga kerja disabilitas itu tepatnya ada di Kota Metro, membuktikan bahwa inklusi dapat diwujudkan.
Ketua Umum Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL), Jihan Nurlela, menambahkan bahwa penyandang disabilitas adalah bagian dari semangat pembangunan di Provinsi Lampung. Mereka memiliki bakat dan tekad yang kuat, yang dibutuhkan hanyalah akses dan kesempatan yang setara.
Advertisement
Jihan Nurlela juga mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi, seperti kesulitan akses pendidikan, kesehatan, dan rehabilitasi yang belum merata. "Ini adalah tantangan yang harus kita kawal bersama," tegasnya, menyerukan agar hak-hak penyandang disabilitas dapat terpenuhi secara optimal.
Advertisement
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun ada kemajuan signifikan, tantangan bagi penyandang disabilitas masih besar, terutama dalam akses pendidikan, kesehatan, dan rehabilitasi yang belum merata di seluruh wilayah. PKDL berkomitmen untuk terus menjadi pemantik semangat agar tidak ada kelompok yang tertinggal, khususnya penyandang disabilitas.
Pemerintah Provinsi Lampung bertekad untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh hak yang sama sebagaimana warga lainnya. "Dukungan pemerintah akan selalu hadir untuk memastikan penyandang disabilitas dapat mandiri dan aktif berkontribusi," tegas Gubernur.
Harapannya, Lampung dapat menjadi provinsi yang peduli dan menghargai keberagaman, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan berkontribusi. Dengan dukungan penuh, potensi luar biasa dari penyandang disabilitas dapat dioptimalkan untuk kemajuan bersama.
Advertisement
"Kami tidak ingin membangun Lampung tanpa teman-teman disabilitas. Mereka adalah kekuatan yang luar biasa," pungkas Jihan Nurlela, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif.
Sumber: AntaraNews