Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan komitmennya untuk menjadi tuan rumah yang sukses bagi Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 & U20. Ajang bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada 15-18 November 2025 di Stadion Madya Atletik Deli Serdang. Penyelenggaraan event internasional ini menjadi bukti kepercayaan terhadap kapabilitas Sumut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut, Mahfullah Pratama Daulay, menyatakan dukungan penuh Pemprov. Ia berharap kejuaraan ini akan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta dari berbagai negara. Ini merupakan kesempatan emas bagi atlet muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka.
Kejuaraan ini akan mempertemukan atlet-atlet muda dari 10 negara anggota Asosiasi Atletik Asia Tenggara. Mereka akan bersaing dalam 63 nomor perlombaan yang terbagi dalam dua kategori usia. Sumut bertekad menyelenggarakan event ini dengan standar terbaik.
Advertisement
Advertisement
Kepercayaan Tuan Rumah dan Persiapan Matang
Penunjukan Sumatera Utara sebagai tuan rumah Kejuaraan Atletik Asia Tenggara 2025 merupakan bentuk kepercayaan besar dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Federasi Atletik Asia Tenggara juga meyakini kemampuan Sumut dalam menggelar ajang olahraga internasional. Ini menjadi momen bersejarah bagi wilayah di luar Pulau Jawa.
Mahfullah Pratama Daulay menyoroti bahwa ini adalah kali pertama kejuaraan atletik Asia Tenggara U18 dan U20 diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Hal ini menunjukkan pengakuan terhadap infrastruktur dan pengalaman Sumut. Pemprov Sumut bersama PASI Sumut kini fokus pada persiapan menyeluruh.
Persiapan tersebut mencakup infrastruktur, logistik, akomodasi, serta promosi acara agar berjalan meriah, aman, dan sukses. Seluruh aspek penting diperhatikan untuk memastikan kelancaran setiap rangkaian kegiatan. Dukungan penuh dari berbagai pihak sangat diperlukan.
Advertisement
Advertisement
Fasilitas Berstandar Internasional dan Partisipasi Negara
Stadion Madya Atletik Deli Serdang menjadi lokasi utama Kejuaraan Atletik Asia Tenggara 2025. Stadion ini memiliki sertifikat Kelas 1 dari World Athletics, menjamin fasilitas berstandar internasional. Sumut juga memiliki pengalaman sukses menggelar cabang olahraga atletik dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sumut–Aceh 2024.
Fasilitas olahraga berstandar nasional ini merupakan peninggalan berharga dari PON XXI. Aset ini sangat penting untuk mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan ajang olahraga di masa depan. Baik tingkat nasional maupun internasional dapat memanfaatkan fasilitas modern tersebut.
Sebanyak 10 dari 11 negara anggota Asosiasi Atletik Asia Tenggara telah memastikan keikutsertaannya dalam kejuaraan ini. Negara-negara tersebut meliputi Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah. Total 285 atlet akan berkompetisi.
Advertisement
Para atlet muda ini akan bertanding dalam 63 nomor perlombaan yang terbagi menjadi kategori U18 dan U20. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk mengukir prestasi dan mengharumkan nama bangsa. Kejuaraan ini diharapkan menjadi panggung bagi talenta-talenta atletik masa depan.
Advertisement
Dampak Positif dan Dukungan Masyarakat
Pemprov Sumut berharap Kejuaraan Atletik Asia Tenggara 2025 ini akan memberikan dampak positif yang signifikan. Terutama pada sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Peningkatan kunjungan peserta, ofisial, dan wisatawan diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi lokal.
Ketua Umum Pengurus Provinsi PASI Sumut, David Luther Lubis, menegaskan kebanggaannya menjadi tuan rumah acara besar ini. Ia menyebutkan, "Kami bangga menjadi tuan rumah acara besar ini, dan menjadi sejarah bagi Sumut." Ini menjadi sejarah karena setelah 14 tahun, acara sebesar ini kembali digelar di Indonesia, khususnya di Sumut.
David Luther Lubis juga mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk turut serta mendukung pelaksanaan kejuaraan internasional tersebut. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menyukseskan acara ini. "Mari kita bersama-sama mendukung kesuksesan acara ini," ujarnya.
Advertisement
Dengan menyambut 278 tamu negara, ajang ini juga menjadi platform penting bagi atlet muda usia 18 hingga 20 tahun. Usia tersebut dianggap sebagai masa emas bagi mereka untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaiknya. Dukungan dan sambutan hangat dari masyarakat akan sangat berarti.
Sumber: AntaraNews