Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengambil langkah proaktif untuk memperkuat ekosistem fotografi nasional. Mereka membuka ruang dialog bertajuk "Mendengar dari Balik Lensa" di Jakarta.
Inisiatif ini bertujuan menjembatani berbagai kepentingan antara fotografer, komunitas, dan regulator. Dialog ini diselenggarakan sebagai respons atas maraknya konflik serta perdebatan seputar etika fotografi di ruang publik.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Agustini Rahayu, menegaskan pentingnya ekosistem fotografi sebagai bagian vital ekonomi kreatif. Pemerintah berperan sebagai fasilitator untuk mencari solusi kolaboratif.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Ekosistem Fotografi dalam Ekonomi Kreatif
Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Agustini Rahayu, menekankan bahwa ekosistem fotografi merupakan bagian penting dari subsektor ekonomi kreatif nasional. Ia menyatakan, "Kami ingin mendengar langsung dari para pelaku fotografi tentang dinamika dan tantangan di lapangan." Gangguan terhadap ekosistem fotografi ini dapat berimbas pada rantai nilai ekonomi kreatif secara keseluruhan.
Agustini menambahkan bahwa kasus-kasus yang muncul belakangan ini cukup mengganggu alur kerja dan interaksi di industri. "Karena itu, kami hadir untuk memfasilitasi agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara kolaboratif, bukan dengan saling menyalahkan," jelasnya. Peran pemerintah dalam konteks ini bukan semata sebagai regulator, melainkan juga sebagai fasilitator dan koordinator.
Pemerintah berupaya menjembatani kepentingan bersama untuk memastikan industri fotografi berjalan dengan baik, sehat, dan transparan. Melalui kegiatan ini, Kemenekraf berharap lahir sinergi berkelanjutan antara pelaku industri, komunitas, dan pemerintah. Fotografi bukan hanya ekspresi visual, tetapi juga kekuatan ekonomi kreatif Indonesia yang perlu dijaga bersama.
Advertisement
Advertisement
Mencari Solusi Konkret untuk Keamanan dan Kenyamanan
Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekraf, Iman Santosa, menegaskan bahwa kegiatan dialog ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah. Komitmen tersebut bertujuan menciptakan ekosistem fotografi yang aman dan nyaman bagi seluruh pemangku kepentingan. Dialog ini adalah bagian dari menemukan solusi bersama yang nantinya akan diteruskan ke berbagai pihak regulator.
Ke depan, Kemenekraf akan menyusun rekomendasi bersama untuk disampaikan kepada pihak terkait. Rekomendasi ini akan ditujukan kepada pemerintah daerah dan instansi lain seperti Kementerian Komunikasi dan Digital. "Kami ingin membantu teman-teman fotografer menyelesaikan persoalan yang muncul di masyarakat," ujar Iman Santosa. Tujuannya sederhana, yaitu agar ekosistem ini bisa bekerja dengan rasa aman dan saling menghargai.
Fotografer profesional Jerry Aurum menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme para peserta dialog. Ia menekankan pentingnya ruang dialog seperti ini dalam merawat kolaborasi lintas sektor. "Melalui forum ini, kita ingin mendengar langsung dari para pelaku di balik lensa," kata Jerry. Ia juga berharap perlindungan hukum dan ruang kreativitas dapat berjalan seimbang dalam ekosistem fotografi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews