Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate untuk segera membenahi infrastruktur Penerangan Jalan Umum (PJU). Desakan ini muncul menyusul keluhan masyarakat terkait minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan kota.
Minimnya PJU disebut menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas dan tindak pidana kejahatan di wilayah tersebut. Irjen Pol Waris Agono menekankan bahwa masyarakat telah membayar iuran PJU melalui tagihan listrik PLN, sehingga berhak mendapatkan fasilitas yang memadai.
Permintaan ini disampaikan pada Minggu (02/11) dan merujuk pada insiden yang terjadi pada Jumat malam (31/10/2025) di kawasan Ternate Barat. Kejadian tersebut melibatkan tujuh remaja yang diduga dikejar truk dari Tolire hingga Sulamadaha, memicu kepanikan warga.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Penerangan Jalan Umum Ternate untuk Keselamatan dan Keamanan
Kapolda Malut Irjen Pol Waris Agono menegaskan bahwa PJU bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan bagian integral dari keselamatan dan keamanan masyarakat. Ia menyoroti bahwa penerangan jalan sangat krusial, terutama di daerah yang jauh dari pemukiman, untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari.
Waris Agono juga menekankan peran PJU dalam mencegah kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi akibat minimnya visibilitas. Selain itu, PJU juga menjadi faktor penting dalam menekan angka tindak kejahatan di kawasan rawan, sehingga masyarakat Ternate dapat merasa aman.
"PJU bukan sekadar fasilitas, tapi bagian dari keselamatan dan keamanan masyarakat, terutama di daerah yang jauh dari pemukiman," kutip Kapolda. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi Pemkot Ternate untuk segera bertindak dan melakukan penelusuran aliran dana PJU agar penggunaannya transparan.
Advertisement
Advertisement
Insiden Memicu Desakan Peningkatan Patroli dan PJU
Desakan untuk pembenahan Penerangan Jalan Umum Ternate semakin menguat pasca insiden di Ternate Barat. Pada Jumat malam (31/10/2025), tujuh remaja diduga dikejar oleh sebuah truk dari kawasan Tolire hingga Sulamadaha, sebuah kejadian yang sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga setempat.
Masyarakat menilai bahwa minimnya lampu jalan di sejumlah ruas membuat kawasan tersebut rentan terhadap tindakan kriminalitas, seperti yang terjadi dalam insiden tersebut. Selain itu, kondisi jalan yang gelap juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari, menjadi bukti nyata perlunya perhatian serius terhadap PJU.
Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto memerintahkan peningkatan patroli. Patroli akan difokuskan di wilayah Pulau dan Ternate Barat, termasuk lokasi yang jarang penduduk, sebagai langkah awal untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi warga.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Polri dan Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki motif di balik insiden pengejaran remaja tersebut. "Belum diketahui motif pasti dari kejadian tersebut, namun kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebabnya," ujarnya, menegaskan komitmen kepolisian.
Selain patroli terbuka, pemantauan di lokasi-lokasi sepi juga akan dilakukan secara tertutup, sebagai bagian dari upaya komprehensif kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan. Polres Ternate berharap dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang melalui langkah-langkah ini.
Kapolres Ternate juga mengimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban. "Kami berharap partisipasi aktif dari masyarakat untuk membantu kami menjaga keamanan dan ketertiban," katanya, menekankan bahwa kolaborasi antara aparat dan warga menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman.
Advertisement
Sumber: AntaraNews