Mengapa Gempa M4,9 di Nagan Raya Aceh Terjadi? BMKG Ungkap Pemicu Sesar Besar Sumatera

BMKG menjelaskan penyebab Gempa Nagan Raya Aceh berkekuatan M4,9 yang terasa di beberapa wilayah. Ternyata, aktivitas sesar besar Sumatera jadi pemicunya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengapa Gempa M4,9 di Nagan Raya Aceh Terjadi? BMKG Ungkap Pemicu Sesar Besar Sumatera
BMKG menjelaskan penyebab Gempa Nagan Raya Aceh berkekuatan M4,9 yang terasa di beberapa wilayah. Ternyata, aktivitas sesar besar Sumatera jadi pemicunya. (AntaraNews)

Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Nagan Raya, Aceh pada Sabtu siang, pukul 11.56 WIB. Peristiwa ini memicu perhatian publik karena dirasakan di beberapa daerah sekitar.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera memberikan penjelasan resmi terkait fenomena alam tersebut. Mereka mengonfirmasi bahwa gempa ini berasal dari aktivitas sesar besar Sumatera.

Menurut Prakirawan BMKG Rijal Sains Fikri, episenter gempa terletak di darat Nagan Raya, Aceh, pada koordinat 4,43° LU dan 96,51° BT. Kedalaman hiposenternya hanya 10 kilometer, menjadikannya gempa dangkal.

Penyebab Gempa Nagan Raya Aceh: Aktivitas Sesar Besar Sumatera

BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser.

Rijal Sains Fikri, Prakirawan Stasiun BMKG Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh, menyatakan, "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar besar Sumatera segmen Aceh Selatan." Penjelasan ini menguatkan dugaan awal tentang pemicu gempa.

Aktivitas sesar besar Sumatera memang dikenal sebagai salah satu pemicu gempa di wilayah tersebut. Sesar ini membentang sepanjang Pulau Sumatera dan seringkali menjadi sumber gempa tektonik.

Pemahaman mengenai karakteristik gempa dangkal ini penting untuk mitigasi bencana di masa mendatang. Gempa dangkal cenderung memiliki dampak yang lebih terasa di permukaan tanah.

Dampak dan Imbauan BMKG Pasca Gempa Nagan Raya Aceh

Gempa bumi ini dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas yang berbeda. Di Aceh Utara, Nagan Raya, dan Aceh Selatan, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI.

Skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas. Sementara itu, di daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah, gempa dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI, menunjukkan getaran yang serupa namun mungkin sedikit lebih lemah.

Hingga Sabtu siang, Rijal Sains Fikri mengatakan belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tambahnya, memberikan ketenangan bagi masyarakat.

BMKG juga memastikan bahwa berdasarkan hasil monitoring, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan. Ini berarti risiko gempa lanjutan dalam waktu dekat cenderung rendah.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga menyarankan agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa demi keamanan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi