Usai Penggerebekan Pesta Gay, Wali Kota Eri Tekankan Pengawasan Tamu Hotel

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembahasan langkah konkret untuk menjaga citra Kota Pahlawan.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Usai Penggerebekan Pesta Gay, Wali Kota Eri Tekankan Pengawasan Tamu Hotel
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin razia PPKM Darurat di Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com) (@ 2023 merdeka.com)

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar pertemuan dengan para General Manager (GM) hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) se-Kota Surabaya. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembahasan langkah konkret untuk menjaga citra Kota Pahlawan.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kota dan pengelola hotel dalam menciptakan suasana kota yang aman dan berintegritas. Pernyataan ini disampaikan menyusul terungkapnya kasus dugaan pesta seks sesama jenis di salah satu hotel di Surabaya.

“Surabaya ini dibangun dengan nilai-nilai religius dan moral. Jangan sampai nama kota ini tercoreng oleh perilaku yang bertentangan dengan norma,” tegas Eri Cahyadi.

Ia menambahkan, sektor jasa, khususnya perhotelan, memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi Surabaya. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk memastikan kota tetap kondusif.

“Surabaya adalah kota jasa. Pertumbuhan ekonominya sangat bergantung pada sektor ini, termasuk perhotelan. Karena itu, saya mengajak seluruh pengelola hotel untuk memperkuat komitmen menjaga agar kejadian seperti itu tidak terulang,” ujarnya.

Eri menyebut para pelaku industri perhotelan telah sepakat untuk memperketat sistem pengawasan dan memperkuat deteksi dini terhadap aktivitas yang mencurigakan.

“Teman-teman dari hotel berkomitmen untuk memperbaiki sistem keamanan. Nantinya akan ada pelatihan bersama dengan kepolisian dan lembaga terkait,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi aktif antara pihak hotel, Pemkot, dan aparat keamanan.

“Kalau ada aktivitas mencurigakan seperti tamu yang keluar masuk kamar berkali-kali, segera lapor ke Polrestabes Surabaya atau Call Center 112. Kita akan bergerak cepat,” ujar Eri.

Selain untuk menjaga moralitas kota, langkah tersebut juga dinilai penting dalam mendukung stabilitas ekonomi.

Hotel adalah salah satu penggerak ekonomi Surabaya. Kita harus jaga bersama agar usaha tetap berjalan, tapi tanpa mengorbankan nilai moral,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian PHRI Koordinator Wilayah Surabaya, Firman Sudi Permana, menegaskan dukungan penuh terhadap arahan Wali Kota.

“Kami di PHRI sudah sepakat dan siap menindaklanjuti. Ini bukan hanya soal pariwisata, tapi juga tentang menjaga nama baik dan budaya kota,” ujarnya.

Firman menambahkan, PHRI akan mengeluarkan surat edaran ke seluruh anggota untuk memperketat pengawasan di area hotel.

“Kalau ada indikasi aktivitas tidak wajar, seperti jumlah tamu berlebihan dalam satu kamar, harus segera dicegah dan dilaporkan,” tegasnya.

Ia juga memastikan pelatihan bersama antara PHRI, Pemkot, dan aparat keamanan akan segera dilaksanakan.

“Paling lambat seminggu dari sekarang, kami akan evaluasi dan adakan pelatihan sesuai hasil koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Rekomendasi