Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA) kembali memperkuat kerja sama strategis mereka. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan penguatan kelembagaan pendidikan pariwisata di lingkungan Politeknik Pariwisata (Poltekpar).
Penandatanganan Record of Discussion (RoD) menjadi tonggak penting dalam kerja sama ini. Acara tersebut berlangsung di Jakarta pada Selasa (21/10), menegaskan komitmen kedua belah pihak.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pariwisata di Politeknik Pariwisata (Poltekpar). Hal ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing di kancah global.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Pondasi Pendidikan Vokasi Pariwisata
Penandatanganan Record of Discussion (RoD) antara Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, dan Chief Representative JICA Indonesia, Takeda Sachiko, menandai babak baru. Kolaborasi ini menegaskan kembali komitmen bersama dalam menjalankan program pengembangan SDM pariwisata.
Martini menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pariwisata. Pendidikan tersebut akan lebih berorientasi pada kebutuhan industri pariwisata global.
Penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kualitas SDM yang profesional menjadi prioritas utama. Hal ini akan memastikan lulusan Poltekpar memiliki kompetensi tinggi dan siap bersaing di tingkat global.
Advertisement
Advertisement
Ragam Program Kolaborasi yang Telah Berjalan
Kemenpar dan JICA bukanlah mitra baru dalam upaya peningkatan kualitas SDM pariwisata. Sebelumnya, kedua belah pihak telah sukses melaksanakan berbagai program kerja sama yang bermanfaat.
Program-program tersebut meliputi pengiriman tenaga ahli muda JICA ke Poltekpar dalam bidang seni kuliner dan bahasa Jepang. JICA juga aktif memberikan dukungan dalam peningkatan kualitas akademik serta pemahaman lintas budaya.
Martini Mohamad Paham menegaskan bahwa program-program ini telah memberikan manfaat jangka panjang bagi institusi pendidikan. Manfaat tersebut termasuk menginspirasi mahasiswa, meningkatkan standar pembelajaran, dan menumbuhkan apresiasi terhadap profesionalisme di sektor pariwisata.
Advertisement
“Program-program ini telah memberikan manfaat jangka panjang bagi institusi kami, menginspirasi mahasiswa, meningkatkan standar pembelajaran, serta menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap pentingnya pendidikan dan profesionalisme di sektor pariwisata,” ujar Martini.
Advertisement
Fokus dan Harapan untuk Masa Depan SDM Pariwisata
Takeda Sachiko dari JICA menyampaikan bahwa pariwisata memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan SDM pariwisata yang profesional dan berkualitas tinggi menjadi kunci utama.
“Seiring berkembangnya lanskap pariwisata global, pengembangan SDM profesional berkualitas tinggi menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Takeda Sachiko.
Kerja sama ini akan berfokus pada beberapa area krusial. Ini mencakup penguatan kurikulum di Politeknik Pariwisata, penyediaan kesempatan magang bagi mahasiswa, serta program pelatihan bagi tenaga pendidik.
Advertisement
Selain itu, penguatan mekanisme dukungan karier juga menjadi bagian penting dari kolaborasi ini. JICA berharap kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas kelembagaan, tetapi juga menginspirasi inisiatif bersama di masa depan.
Martini menambahkan bahwa kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam penguatan kelembagaan pendidikan pariwisata. Ini juga mencakup inovasi dan transfer ilmu yang bermanfaat bagi kemajuan sektor pariwisata kedua negara.
Sumber: AntaraNews
Advertisement