Prabowo Akui Indonesia Kurang Mampu Mengelola Air, Hingga Sebabkan Banjir

Presiden Prabowo menekankan pengelolaan sumber daya air sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Akui Indonesia Kurang Mampu Mengelola Air, Hingga Sebabkan Banjir
Presiden Prabowo Subianto meninjau wilayah terdampak banjir di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Sabtu (13/9/2025). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden) (© 2025 Liputan6.com)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa ketersediaan air di berbagai wilayah Indonesia sangat berlimpah. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia belum cukup baik dalam mengelola sumber daya air, sehingga sering kali menyebabkan bencana banjir.

"Kita diberi karunia Tuhan air yang berlimpah-limpah sebagian besar republik kita, tapi ada sebagian yang mengalami kesulitan. Tapi kita masih kurang pandai dalam mengelola kadang-kadang air ini malah menjadi bencana banjir dan sebagainya," kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna yang diadakan di Istana Negara Jakarta pada Senin (20/10/2025).

Ia menekankan bahwa ketersediaan air merupakan faktor kunci dalam memastikan produksi pangan yang melimpah. Mengingat Indonesia sedang berupaya mencapai swasembada pangan, maka kebutuhan akan air menjadi sangat penting.

"Tapi kita bersyukur di banyak bagian dari dunia ketersediaan air sangat sulit tidak mungkin pangan kita aman kalau tidak ada air yang cukup. Tadi ini saya kira catatan pekerjaan rumah kita ke depan kita harus dijalani masalah air ini ya," ujarnya.

Untuk itu, Prabowo meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto agar universitas-universitas melakukan penelitian dan kajian terkait pengelolaan air. Hal ini terutama bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir.

"Saya juga minta Menteri Dikti dan Sains coba dipelajari perlu di universitas-universitas kita apakah cukup mempelajari masalah air ini bagaimana mencari air bagaimana mengelola distribusi air, bagaimana mencegah banjir. Air harus menjadi sumber produktivitas, bukan menjadi sumber bencana," tambah Prabowo.

Sorotan terhadap bencana banjir yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia

Dia mengungkapkan keprihatinan mengenai bencana banjir yang sering melanda sejumlah daerah di Indonesia, terutama pada musim hujan dan akibat perubahan iklim. Prabowo berpendapat bahwa perguruan tinggi perlu memiliki fakultas khusus yang fokus pada studi hidrologi.

"Saya kira sudah ratusan tahun ribuan tahun kita pasti tahu daerah-daerah kerendahan pasti banjir kalau musim hujan, apalagi hujan yang tiba-tiba begitu padat karena program atau karena kondisi perubahan iklim karena itu kita harus antisipasi," ujar dia.

Ia menambahkan, "Kalau tidak salah bidang air ini masih sedikit yang dipelajari di fakultas-fakultas kita ini tergolong mungkin hidrologi. Kalau tidak salah ya hidrologi."

Rekomendasi