Fakta Mengejutkan! DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Lagi, Total 10 Jenazah Teridentifikasi

Tim DVI Polda Jatim kembali berhasil dalam Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny, mengidentifikasi dua jenazah dari Bangkalan dan Surabaya, menambah daftar korban teridentifikasi menjadi 10 orang. Siapa saja mereka?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan! DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Lagi, Total 10 Jenazah Teridentifikasi
Tim DVI Polda Jatim kembali berhasil dalam Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny, mengidentifikasi dua jenazah dari Bangkalan dan Surabaya, menambah daftar korban teridentifikasi menjadi 10 orang. Siapa saja mereka? (AntaraNews)

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur kembali mengumumkan keberhasilan dalam proses identifikasi korban. Pada Minggu, 5 Oktober 2025, dua jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo berhasil dikenali. Proses penting ini berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, membawa harapan bagi keluarga korban.

Kedua jenazah yang baru teridentifikasi berasal dari wilayah Bangkalan dan Surabaya, menambah daftar panjang korban tragedi pilu tersebut. Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan DVI Polda Jatim untuk memberikan kepastian identitas kepada keluarga yang menunggu. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jawa Timur Kombes Pol M Khusnan menyampaikan informasi ini secara langsung.

Identifikasi korban Ponpes Al Khoziny ini dilakukan melalui serangkaian metode forensik yang cermat, memastikan akurasi data sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan penambahan dua korban ini, total jenazah yang berhasil dikenali oleh tim DVI terus bertambah, memberikan kejelasan di tengah duka mendalam. Publik menantikan perkembangan lebih lanjut dari operasi kemanusiaan ini.

Detail Identifikasi Korban Terbaru

Kombes Pol M Khusnan merinci identitas dua jenazah yang baru saja teridentifikasi dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Jenazah pertama adalah Nurudin, seorang laki-laki berusia 13 tahun, yang berasal dari Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Identitasnya tercatat dengan nomor PM RSB B011 dan data antemortem 041.

Proses identifikasi untuk Nurudin dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan gigi, medis, dan properti yang melekat pada jenazah. Metode ini sangat krusial dalam kondisi korban yang mungkin sulit dikenali secara visual. Tim DVI bekerja secara teliti untuk mencocokkan data antemortem (sebelum kematian) dengan postmortem (setelah kematian) guna memastikan akurasi identifikasi korban Ponpes Al Khoziny.

Korban kedua yang berhasil diidentifikasi adalah Ahmad Rijalul Haq, laki-laki berusia 16 tahun. Ia berasal dari Jalan Dapuan Baru, Kelurahan Krembangan, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Jenazah Ahmad Rijalul Haq terdaftar dengan nomor PM RSB B021 dan data antemortem 035, menunjukkan perbedaan asal daerah dari korban sebelumnya.

Identifikasi Ahmad Rijalul Haq menggunakan metode yang lebih komprehensif, meliputi pemeriksaan gigi, medis, properti, serta sidik jari. Keberadaan sidik jari yang dapat dikenali sangat membantu dalam mempercepat proses identifikasi. "Korban Nurudin teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti. Sedangkan korban Ahmad Rijalul Haq teridentifikasi melalui gigi, medis, properti, serta sidik jari," ujar Khusnan.

Perkembangan dan Total Korban Teridentifikasi

Dengan penambahan dua jenazah ini, jumlah total korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim mencapai angka sepuluh orang. Sebelumnya, tim telah berhasil mengidentifikasi tiga jenazah lain di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Ketiga korban tersebut adalah Firman Nur (16), Muhammad Azka Ibadur Rahman (13), dan Daul Milal (15), yang semuanya berasal dari Surabaya.

Kombes Pol M Khusnan menjelaskan bahwa total kantong jenazah yang ditemukan hingga saat ini tercatat sebanyak 45 kantong. Dari jumlah tersebut, lima jenazah telah diidentifikasi langsung di lokasi kejadian di Sidoarjo. Kemudian, tiga jenazah lainnya telah dikirim dan diidentifikasi sebelumnya di RS Bhayangkara Surabaya, dan kini ditambah dua jenazah terbaru.

"Dari 45 ini (kantong jenazah) ini teman-teman, yang lima diidentifikasi ketika di Sidoarjo. Yang tiga kemarin sudah dikirim, berarti total delapan (jenazah) ditambah sekarang ada dua yang sudah teridentifikasi," jelas Khusnan. Pernyataan ini menegaskan bahwa proses identifikasi korban Ponpes Al Khoziny terus berjalan dengan berbagai tantangan, termasuk kondisi jenazah.

Selain jenazah utuh, dari 45 kantong tersebut, terdapat juga empat kantong yang berisi bagian tubuh atau body part. Identifikasi bagian tubuh ini memerlukan proses yang lebih rumit dan cermat, seringkali melibatkan analisis DNA untuk memastikan identitas korban. Upaya keras tim DVI terus berlanjut untuk menyelesaikan seluruh proses identifikasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi