Fakta Pencarian 4 Hari: Korban Tenggelam di Pantai Kabasaran Minahasa Ditemukan Meninggal

Setelah empat hari pencarian intensif, Firland Ericko Lahilote (21), korban tenggelam Minahasa di Pantai Kabasaran, akhirnya ditemukan meninggal dunia, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Pencarian 4 Hari: Korban Tenggelam di Pantai Kabasaran Minahasa Ditemukan Meninggal
Setelah empat hari pencarian intensif, Firland Ericko Lahilote (21), korban tenggelam Minahasa di Pantai Kabasaran, akhirnya ditemukan meninggal dunia, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. (AntaraNews)

Setelah empat hari pencarian yang intensif, Firland Ericko Lahilote, seorang pemuda berusia 21 tahun, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ia adalah korban tenggelam di perairan Pantai Kabasaran, Desa Kapataran, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa.

Penemuan tragis ini terjadi pada Jumat, 03 Oktober, sekitar pukul 15:30 WITA, di area Pantai Rano Wangko, setelah tim SAR gabungan mengerahkan segala upaya. Insiden nahas yang merenggut nyawa Firland ini bermula pada Selasa (30/9) ketika perahu kayak yang ditumpanginya terbalik.

Tim SAR gabungan, yang terdiri dari berbagai unsur, telah melakukan operasi pencarian sejak laporan diterima pada hari kejadian. Upaya pencarian melibatkan penyisiran darat, penyelaman, hingga penggunaan teknologi drone termal untuk menemukan Firland.

Kronologi Kejadian Nahas di Pantai Kabasaran

Peristiwa tenggelamnya Firland Ericko Lahilote terjadi pada Selasa, 30 September, sekitar pukul 09:00 WITA. Saat itu, Firland bersama sembilan temannya sedang menikmati waktu berwisata di Pantai Kabasaran.

Mereka memutuskan untuk bermain kayak menggunakan dua perahu di perairan tersebut. Namun, nasib berkata lain ketika perahu yang ditumpangi Firland bersama dua rekannya tiba-tiba terbalik akibat dihantam ombak yang cukup besar.

Dalam sekejap, Firland langsung terseret arus deras yang kuat, membuatnya kesulitan untuk menyelamatkan diri. Upaya teman-temannya untuk menolong tidak berhasil karena kuatnya ombak dan arus yang menarik korban semakin jauh.

Laporan mengenai kejadian ini diterima oleh Kantor SAR Manado pada hari yang sama, pukul 14:10 WITA. Tanpa menunda waktu, tim penyelamat segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 14:30 WITA untuk memulai operasi pencarian dan penyelamatan.

Operasi Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan

Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan segera membentuk strategi pencarian yang komprehensif. Setiap pagi, tepatnya pukul 07:00 WITA, tim melaksanakan pengarahan awal untuk mengkoordinasikan operasi pencarian hari keempat.

Tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memaksimalkan cakupan area. SRU 1 bertugas melakukan penyisiran di sepanjang pesisir pantai, mencari tanda-tanda keberadaan korban di daratan.

Sementara itu, SRU 2 fokus pada area perairan dengan melakukan penyelaman di lokasi-lokasi yang dicurigai sebagai tempat korban tenggelam. Tidak hanya itu, SRU 3 juga dikerahkan untuk melakukan pencarian melalui udara menggunakan drone thermal, yang dapat mendeteksi suhu tubuh dari ketinggian.

Nuriadin Gumeleng, Humas Kantor SAR Manado, menjelaskan bahwa upaya pencarian dilakukan secara terus-menerus dan tanpa henti. "Sejak pagi hari, tim SAR gabungan telah melaksanakan pengarahan awal pada pukul 07:00 WITA untuk pelaksanaan operasi pencarian hari keempat," ujarnya.

Penemuan dan Evakuasi Jenazah Korban

Setelah empat hari pencarian yang melelahkan, upaya tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Firland Ericko Lahilote ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Pantai Rano Wangko pada Jumat, 03 Oktober, pukul 15:30 WITA.

"Korban bernama Firland Ericko Lahilote (21) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 15:30 WITA di Pantai Rano Wangko," kata Nuriadin Gumeleng. Penemuan ini mengakhiri penantian panjang keluarga dan tim SAR.

Jenazah korban kemudian segera dievakuasi menuju Posko SAR Gabungan untuk proses lebih lanjut. Di Posko, tim Inavis Polres Minahasa melakukan identifikasi untuk memastikan identitas korban secara resmi.

Pada pukul 17:00 WITA, setelah proses identifikasi selesai, jenazah Firland diserahkan kepada pihak keluarga. Kepala Kantor Basarnas Manado, George Mercy Randang, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua unsur yang terlibat dalam operasi pencarian ini atas dedikasi dan kerja keras mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi