Fakta Unik Kesiapan Kudus: Bupati Pastikan Infrastruktur Pengendali Air Kudus Aman Hadapi Musim Hujan

Bupati Kudus tegaskan infrastruktur pengendali air Kudus aman dan siap hadapi musim hujan usai peninjauan Pintu Air Tanggulangin dan Kolam Retensi Jati. Apa saja langkah mitigasinya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Kesiapan Kudus: Bupati Pastikan Infrastruktur Pengendali Air Kudus Aman Hadapi Musim Hujan
Bupati Kudus tegaskan infrastruktur pengendali air Kudus aman dan siap hadapi musim hujan usai peninjauan Pintu Air Tanggulangin dan Kolam Retensi Jati. Apa saja langkah mitigasinya? (Merdeka.com)

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, telah memastikan bahwa seluruh infrastruktur pengendali air di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berada dalam kondisi optimal. Penegasan ini disampaikan setelah peninjauan langsung ke Pintu Air Tanggulangin dan Kolam Retensi Jati pada hari Senin, 30 September, bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta Dinas PUPR Kudus.

Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana banjir, khususnya dalam menghadapi musim hujan yang akan datang. Pemerintah daerah berupaya keras untuk memastikan masyarakat merasa lebih tenang dan aman dari ancaman banjir.

Peninjauan tersebut meliputi pemeriksaan menyeluruh terhadap kelancaran fungsi pompa, aliran air, dan kondisi fisik infrastruktur. Semua aspek ini menjadi krusial untuk menjamin sistem pengendali air dapat bekerja secara efektif saat dibutuhkan.

Peninjauan Infrastruktur Kritis Pengendali Air Kudus

Dalam peninjauannya, Bupati Sam’ani Intakoris secara langsung memeriksa Pintu Air Tanggulangin dan Kolam Retensi Jati. Fokus utama adalah memastikan setiap komponen infrastruktur pengendali air Kudus berfungsi sebagaimana mestinya, termasuk sistem pompa dan kondisi fisik tanggul.

“Hal itu sudah kami pastikan setelah kami meninjau Pintu Air Tanggulangin dan Kolam Retensi Jati bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana serta Dinas PUPR Kudus, hari ini (30/9),” ujar Bupati. Hasil pengecekan menunjukkan debit air saat ini masih di bawah 200 meter kubik per detik, memungkinkan pengaturan aliran air dilakukan secara manual tanpa perlu mengoperasikan pompa.

Bupati juga menekankan pentingnya perawatan dan perbaikan infrastruktur secara berkala. “Kami selalu pastikan kelayakan infrastruktur. Jika ada tanggul yang mengalami sleding atau retak, akan segera diperbaiki agar tidak menimbulkan kerawanan,” tegasnya, menunjukkan komitmen terhadap keamanan dan kesiapan infrastruktur pengendali air Kudus.

Optimalisasi Kolam Retensi dan Normalisasi Sungai Wulan

Salah satu poin penting dari peninjauan adalah kondisi Kolam Retensi Jati yang dilaporkan sudah berfungsi 100 persen. Kolam ini siap dioptimalkan sebagai salah satu sarana vital dalam pengendalian banjir di wilayah Kudus, memberikan kapasitas penampungan air yang signifikan.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Kudus juga menjalin kerja sama erat dengan BBWS Pemali Juana untuk memastikan sarana teknis lainnya tetap berfungsi optimal. Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem pencegahan banjir yang terintegrasi dan efektif di seluruh wilayah.

Normalisasi Sungai Wulan juga menjadi perhatian utama dalam upaya mitigasi banjir. “Normalisasi Sungai Wulan menjadi perhatian penting agar aliran air tetap lancar, sehingga risiko banjir dapat ditekan sejak dini,” kata Bupati. Progres normalisasi Sungai Wulan saat ini telah mencapai 37 persen, dengan target penyelesaian pada tahun 2026, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi risiko banjir di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi