Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Aceh, Sudirman Haji Uma, bersama dengan Group Aceh Bersatu (GAB), telah berhasil memfasilitasi pemulangan seorang warga Aceh yang menderita sakit lambung akut dari Malaysia. Muhammad Iqram (32), yang berasal dari Desa Rambong Lop, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, kini telah kembali ke kampung halamannya setelah menjalani perawatan.
Proses pemulangan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, terutama dukungan penuh dari GAB yang berbasis di Malaysia. Iqram tiba di Bandara Kualanamu, Medan, pada Kamis (25/9) sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Aceh Timur, menandai berakhirnya masa sulitnya di perantauan.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen wakil rakyat dan komunitas perantau dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang membutuhkan. Haji Uma menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran proses ini, yang berawal dari permohonan bantuan dari kepala desa setempat.
Advertisement
Advertisement
Kronologi dan Proses Pemulangan Warga Aceh Sakit
Muhammad Iqram, warga Aceh Timur yang berusia 32 tahun, diketahui menderita kondisi lambung akut yang terus memburuk selama berada di Malaysia. Kondisi kesehatannya yang memprihatinkan mendorong Keuchik (Kepala Desa) Rambong Lop untuk mengajukan permohonan bantuan kepada Sudirman Haji Uma.
Permohonan tersebut bertujuan agar Haji Uma dapat membantu kepulangan warganya yang sakit parah di negeri jiran. Menanggapi permohonan ini, Haji Uma segera berkoordinasi dengan Group Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia untuk mengurus segala keperluan administratif dan logistik.
“Alhamdulillah, berkat kerjasama banyak pihak, terutama dukungan GAB di Malaysia, proses pemulangan ini bisa terlaksana,” kata Sudirman Haji Uma di Banda Aceh, Jumat. Koordinasi yang cepat dan efektif menjadi kunci utama dalam memfasilitasi kepulangan Iqram.
Advertisement
Setelah seluruh persiapan rampung, Muhammad Iqram berhasil diterbangkan kembali ke Indonesia. Ia mendarat di Bandara Kualanamu, Medan, pada Kamis (25/9), sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Rambong Lop, Aceh Timur, tempat ia disambut oleh keluarganya.
Advertisement
Dukungan Finansial dan Tanggung Jawab Moral
Proses pemulangan Muhammad Iqram memerlukan biaya yang tidak sedikit, dengan total mencapai Rp6,8 juta. Biaya ini mencakup beberapa komponen penting, yaitu pengurusan dokumen perjalanan berupa Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), pembayaran denda imigrasi, dan biaya tiket pesawat.
Secara rinci, biaya tiket pesawat dan denda mencapai Rp6,6 juta, sementara transportasi dari Medan ke Aceh menggunakan minibus membutuhkan Rp250 ribu. Keluarga Muhammad Iqram turut berkontribusi dengan menyumbangkan dana hingga Rp5 juta untuk menutupi sebagian dari total biaya tersebut.
Sudirman Haji Uma menegaskan bahwa upaya bantuan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moralnya sebagai wakil daerah. “Ini bagian dari tanggung jawab moral saya sebagai wakil daerah. Ketika ada warga Aceh yang mengalami kesulitan di perantauan, kita harus bergandeng tangan untuk mencari solusi," ujarnya.
Advertisement
Komitmen Haji Uma untuk terus membantu masyarakat Aceh yang berada dalam kesulitan, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi landasan utama dalam setiap tindakan kemanusiaan yang dilakukannya. Bantuan ini menunjukkan pentingnya solidaritas antar sesama warga.
Advertisement
Apresiasi Terhadap Kolaborasi Berbagai Pihak
Dalam kesempatan ini, Sudirman Haji Uma menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pemulangan Muhammad Iqram. Ia menekankan bahwa tanpa kerja sama yang solid, upaya ini akan jauh lebih sulit untuk direalisasikan.
“Tanpa kerja sama ini, tentu akan lebih sulit merealisasikan kepulangan saudara kita yang sedang sakit,” katanya. Kolaborasi antara DPD RI, Group Aceh Bersatu (GAB), serta berbagai komunitas lainnya menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong.
Masyitah, kakak kandung Muhammad Iqram, juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Sudirman Haji Uma dan komunitas warga Aceh di Malaysia. Ia secara khusus menyebutkan beberapa pihak yang berperan penting.
Advertisement
“Terima kasih kami kepada Haji Uma, Ketua GAB di Malaysia, Junaidi beserta timnya, serta dukungan dari Group Aceh Meutuah (AM), Group Koper, dan semua pihak yang telah ikut membantu proses pemulangan adik saya,” demikian Masyitah, menunjukkan betapa besar dampak bantuan ini bagi keluarganya.
Sumber: AntaraNews