BGN Ungkap Keracunan Siswa Usai Santap MBG karena 80 Persen SOP Tak Dipatuhi

Jumlah siswa keracunan diduga usai menyantap hidangan program MBG saat ini sekitar 5 ribu orang.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
BGN Ungkap Keracunan Siswa Usai Santap MBG karena 80 Persen SOP Tak Dipatuhi
BGN Ungkap Keracunan Siswa Usai Santap MBG karena 80 Persen SOP Tak Dipatuhi (Merdeka.com)

Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Dayeng mengakui salah terkait beberapa insiden akibat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Jumlah siswa keracunan diduga usai menyantap hidangan program MBG berdasarkan data BGN, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekitar 5 ribu orang.

"Seperti yang sering dan sudah saya kemukakan di berbagai media bahwa kejadian belakangan 80% adalah karena SOP kita yang tidak dipatuhi, baik oleh mitra maupun oleh tim kami sendiri dari dalam," kata Nanik kepada wartawan di kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9).

Nanik mengatakan kesalahan itu terjadi bukan semata-mata dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Melainkan dari BGN.

Nanik menegaskan sejumlah kejadian dialami siswa akibat menyantap MBG itu akibat kesalahan pihak BGN.

"Seperti itu, tentu kalau tim kita ini di SPPG ada kepala SPPG, ada ahli gizi dan juga ada akuntan. Tetapi tentu kesalahan yang tidak bisa kita menimpakan pada mereka tetapi kesalahan juga terbesar adalah pada kami, dimana kami berarti masih kurang lagi pengawasannya. Jadi ya sudahlah pokoknya kami mengaku salah," tegas Nanik.

Alergi Makanan

Namun menurut Nanik, sejumlah peristiwa itu bukan sepenuhnya karena keracunan MBG. Melainkan ada juga disebabkan karena alergi dengan menu MBG dan beberapa hal lainnya.

Kendati begitu, Nanik mengatakan, pihak BGN tetap akan bertanggungjawab penuh terkait sejumlah kejadian menimpa siswa maupun wali murid.

"Tentu kami bertanggungjawab penuh atas semua kesalahan, baik bertanggungjawab hal yang sudah terjadi, pada seluruh biaya dari anak-anak dan juga kalau ada misalnya orang tuanya yang mungkin ikut makan, dan mengalami masalah kami bertanggungjawab penuh dan membiayai semuanya untuk atas apa yang terjadi," kata Nanik.

Nanik juga meminta maaf kepada masyarakat atas apa yang terjadi dan tidak menolerir kepada siapapun yang melanggar SOP.

"Melihat gambar-gambar di video, sedih hati saya. Kenapa? Kalau anak saya panas saja, saya sudah stres bukan main. Apalagi ini melihat anak-anak sampai digotong ke puskesmas, ke posko. Padahal niat kami, nawaitu kami, nawaitu presiden adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya agar mereka menjadi generasi emas," pungkas Nanik.

Rekomendasi