Kondisi Anak Korban Kerusuhan Yalimo Membaik, Kapolda: Ativah (8) Kini Stabil Setelah Operasi

Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin mengonfirmasi **kondisi korban kerusuhan Yalimo**, termasuk seorang anak berusia 8 tahun, terus menunjukkan perkembangan positif di RS Bhayangkara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kondisi Anak Korban Kerusuhan Yalimo Membaik, Kapolda: Ativah (8) Kini Stabil Setelah Operasi
Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin mengonfirmasi **kondisi korban kerusuhan Yalimo**, termasuk seorang anak berusia 8 tahun, terus menunjukkan perkembangan positif di RS Bhayangkara. (Merdeka.com)

Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin melaporkan perkembangan positif mengenai kondisi korban kerusuhan di Elelim, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan. Ia menyatakan bahwa para korban, khususnya anak-anak, yang dirawat di RS Bhayangkara Jayapura kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan. Pernyataan ini disampaikan Kapolda di Jayapura pada Minggu (20/9), menyoroti upaya medis yang telah diberikan.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah Ativah, seorang anak berusia 8 tahun, yang sebelumnya dirawat di ICU. Setelah menjalani operasi atas luka yang dideritanya, kondisi Ativah kini dilaporkan stabil dan terus membaik. Perawatan intensif ini merupakan bagian dari komitmen Polda Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi para korban.

Total sepuluh orang korban telah dievakuasi dari Elelim dan mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara. Dari jumlah tersebut, enam orang telah diizinkan pulang setelah kondisi kesehatan mereka dinyatakan membaik. Saat ini, empat pasien masih dalam perawatan intensif, dengan harapan mereka dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga.

Penanganan Medis Intensif dan Pemulihan Korban

Polda Papua, melalui Rumah Sakit Bhayangkara, berkomitmen penuh dalam memberikan penanganan medis yang maksimal kepada seluruh korban kerusuhan. "Polda Papua melalui RS Bhayangkara berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada para korban agar mereka kembali sembuh dan sehat kembali," kata Kapolda Patrige Renwarin. Fokus utama adalah memastikan setiap pasien mendapatkan perawatan yang dibutuhkan untuk pemulihan optimal.

Perawatan yang diberikan mencakup berbagai tindakan medis, mulai dari operasi hingga pemantauan kondisi secara berkala. Kasus Ativah, anak berusia 8 tahun, menjadi contoh keberhasilan penanganan ini. Kondisinya yang membaik di ICU setelah operasi menunjukkan efektivitas tim medis dalam menangani luka-luka serius akibat insiden tersebut.

Dari sepuluh korban yang awalnya dirawat, mayoritas telah menunjukkan kemajuan signifikan. Enam di antaranya sudah diperbolehkan pulang, menandakan bahwa kondisi mereka telah stabil dan tidak memerlukan perawatan rawat inap lebih lanjut. Empat pasien yang tersisa masih dalam observasi ketat, dengan harapan dapat segera menyusul rekan-rekan mereka untuk kembali ke rumah.

Latar Belakang Kerusuhan dan Upaya Pemulihan Psikologis

Kerusuhan yang melanda Elelim, ibu kota Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (16/9) berawal dari perselisihan antarpelajar. Konflik kecil ini kemudian meluas menjadi aksi penyerangan dan pembakaran, yang mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan serta kendaraan. Insiden ini menimbulkan dampak fisik dan psikologis yang mendalam bagi masyarakat setempat, termasuk para korban.

Menyadari dampak psikologis yang mungkin dialami korban, Polda Papua tidak hanya fokus pada pemulihan fisik. Melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM), program trauma healing telah dilaksanakan bagi para korban. Terapi ini diberikan sebelum mereka diizinkan pulang dari RS Bhayangkara, bertujuan untuk membantu mereka mengatasi trauma dan kembali beradaptasi dengan lingkungan.

Upaya pemulihan holistik ini penting untuk memastikan kesejahteraan jangka panjang para korban. Dengan penanganan medis yang komprehensif dan dukungan psikologis, diharapkan para korban dapat bangkit kembali dari pengalaman traumatis ini. Polda Papua terus memantau perkembangan dan memberikan dukungan yang diperlukan untuk masyarakat Elelim.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi