Kios Oleh-Oleh Purwakarta Terbakar, Pemkab Janji Bangun Ulang dengan Konsep Julang Ngapak Khas Sunda!

Puluhan kios oleh-oleh Purwakarta terbakar habis! Pemkab Purwakarta bergerak cepat, jamin bangun ulang dengan konsep unik dan tanggung biaya perawatan korban.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kios Oleh-Oleh Purwakarta Terbakar, Pemkab Janji Bangun Ulang dengan Konsep Julang Ngapak Khas Sunda!
Puluhan kios oleh-oleh Purwakarta terbakar habis! Pemkab Purwakarta bergerak cepat, jamin bangun ulang dengan konsep unik dan tanggung biaya perawatan korban. (Merdeka.com)

Puluhan kios oleh-oleh yang berlokasi di Jalan Raya Cikampek-Purwakarta, tepatnya di wilayah Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ludes dilalap api pada Sabtu dini hari. Peristiwa tragis ini menyebabkan kerugian material yang signifikan bagi para pemilik usaha kecil dan menengah di daerah tersebut.

Menanggapi musibah ini, Pemerintah Kabupaten Purwakarta bergerak cepat dengan menyatakan kesiapan untuk membangun kembali seluruh kios yang terbakar. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menegaskan komitmennya untuk meringankan beban warga serta menjamin keberlanjutan usaha mereka.

Tidak hanya itu, Pemkab Purwakarta juga berjanji untuk menanggung seluruh biaya perawatan bagi korban luka yang dirawat di rumah sakit. Pembangunan kios baru nantinya akan mengusung konsep arsitektur khas Sunda, yakni "julang ngapak", memberikan sentuhan budaya lokal pada area tersebut.

Janji Pembangunan Kembali dengan Sentuhan Khas Sunda

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein memastikan bahwa seluruh bangunan kios oleh-oleh yang terbakar akan segera diganti dengan yang baru. Langkah ini diambil untuk membantu meringankan beban warga yang kehilangan mata pencarian mereka akibat insiden tersebut. Pemkab Purwakarta berkomitmen penuh untuk mendukung para pelaku usaha agar dapat bangkit kembali.

Konsep pembangunan ulang kios-kios ini akan sangat istimewa, yakni mengadopsi gaya arsitektur "julang ngapak". Ini merupakan bentuk bangunan khas Sunda yang memiliki ciri khas atap melebar seperti sayap burung yang sedang mengepak. Konsep ini diharapkan tidak hanya fungsional tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru di Purwakarta.

Bupati Saepul Bahri Binzein menginstruksikan agar proses pembersihan lokasi segera dilakukan. "Tempat ini langsung kami bereskan hari ini, dan kita bangunkan lagi dengan bangunan ciri khas Sunda, bangunan julang ngapak," ujarnya. Jaminan ini diberikan agar pemilik kios tidak perlu khawatir akan kelangsungan usaha mereka pasca-kebakaran.

Jaminan Kesehatan dan Penanganan Korban

Selain fokus pada pembangunan kembali kios, Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga memberikan perhatian serius terhadap korban kebakaran yang mengalami luka-luka. Bupati Saepul Bahri Binzein menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan medis bagi korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang terdampak langsung.

Beberapa korban yang dirawat di rumah sakit diketahui memiliki tunggakan iuran BPJS Kesehatan. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi Pemkab Purwakarta untuk memberikan bantuan. "Korban kebakaran yang dirawat di rumah sakit, yang iuran BPJS Kesehatannya meninggal, itu sudah diselesaikan," kata Bupati.

Langkah ini menunjukkan bahwa Pemkab Purwakarta tidak hanya berfokus pada pemulihan infrastruktur. Mereka juga memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Jaminan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi korban dan keluarga mereka di tengah musibah.

Kronologi dan Upaya Pemadaman Kebakaran

Dinas Pemadam Kebakaran Purwakarta mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk mengatasi api yang melalap puluhan kios oleh-oleh. Insiden kebakaran ini dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 00.50 WIB. Petugas segera bergegas menuju lokasi setelah menerima laporan darurat.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran Purwakarta, Isma, menjelaskan bahwa kebakaran melanda sekitar 20 bangunan semi permanen. Kios-kios tersebut berderet di sepanjang Jalan Raya Cikampek-Purwakarta. Api yang membesar dengan cepat menjadi tantangan utama bagi tim pemadam kebakaran.

Proses pemadaman berlangsung sulit karena kondisi bangunan yang terbuat dari material mudah terbakar seperti kayu dan bambu. Petugas juga menghadapi kendala pasokan air yang terbatas di lokasi kejadian. Meskipun demikian, tim damkar berhasil menguasai api setelah berjibaku selama dua hingga tiga jam.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi