Fakta Unik: Taman Doa Kasih Mulia Sejati Rawa Buaya, Simbol Pluralisme Jakarta Diresmikan Gubernur Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Doa Kasih Mulia Sejati di Rawa Buaya, Jakarta Barat, sebagai ruang refleksi lintas agama dan simbol pluralisme.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Taman Doa Kasih Mulia Sejati Rawa Buaya, Simbol Pluralisme Jakarta Diresmikan Gubernur Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Doa Kasih Mulia Sejati di Rawa Buaya, Jakarta Barat, sebagai ruang refleksi lintas agama dan simbol pluralisme. (Merdeka.com)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Taman Doa Kasih Mulia Sejati yang berlokasi di Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Sabtu lalu. Peresmian ini menandai hadirnya sebuah ruang refleksi diri yang diperuntukkan bagi seluruh warga, tanpa memandang latar belakang agama maupun kepercayaan mereka. Pramono menegaskan bahwa tempat ini diharapkan menjadi wadah bagi siapa saja yang ingin berkontemplasi dan berdoa sesuai keyakinannya.

Taman doa ini berdiri di atas lahan yayasan seluas satu hektare, dengan area khusus kontemplasi yang mencakup 5.000 meter persegi. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, fasilitas ini juga dilengkapi dengan sarana sosial seperti panti asuhan, menunjukkan komitmen yayasan terhadap pelayanan masyarakat. Kehadiran Taman Doa Kasih Mulia Sejati diharapkan dapat memperkaya keragaman spiritual di ibu kota.

Pramono Anung menyoroti pentingnya taman ini sebagai simbol nyata pluralisme di Jakarta, sejalan dengan komitmennya untuk menjadi gubernur bagi semua golongan. Ia menyatakan bahwa tempat seperti ini akan memberikan warna bahwa Jakarta adalah kota yang aman, nyaman, dan terbuka bagi semua. Peresmian ini juga menjadi bukti nyata dukungan pemerintah provinsi terhadap kerukunan antarumat beragama.

Taman Doa Kasih Mulia Sejati: Ruang Spiritual Lintas Iman di Jakarta

Taman Doa Kasih Mulia Sejati dirancang sebagai pusat spiritual yang inklusif, tidak hanya melayani umat Katolik, tetapi juga terbuka untuk siapa pun yang mencari ketenangan dan refleksi. "Taman Doa Kasih Mulia Sejati ini tidak hanya untuk umat Katolik, tetapi bisa juga dimanfaatkan siapa saja yang ingin berkontemplasi dan berdoa sesuai keyakinannya," kata Pramono saat peresmian. Fasilitas ini mencakup area kontemplasi yang luas serta mendukung kegiatan sosial yayasan.

Gubernur Pramono optimistis bahwa taman ini akan memberikan kontribusi positif bagi citra Jakarta sebagai kota yang harmonis dan toleran. Ia meyakini bahwa inisiatif semacam ini akan memperkuat rasa kebersamaan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas ibu kota. Keberadaan ruang spiritual yang terbuka untuk umum ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Lebih lanjut, Pramono menilai Taman Doa Kasih Mulia Sejati memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata religi. Ia membandingkannya dengan Puhsarang di Kediri, Jawa Timur, yang telah dikenal sebagai pusat ziarah umat Katolik selama lebih dari 30 tahun. "Mudah-mudahan tempat ini juga bisa bertahan lama, menjadi pusat doa sekaligus wisata religi di Jakarta Barat," ujar Pramono, menggambarkan harapannya agar taman ini dapat bertahan lama dan memberikan manfaat luas.

Komitmen Gubernur Pramono untuk Kerukunan Beragama

Pramono Anung secara konsisten menunjukkan komitmennya sebagai pemimpin yang merangkul semua golongan dan agama di Jakarta. Ia seringkali hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan, baik Islam, Hindu, Buddha, maupun Katolik, serta komunitas lainnya. "Inilah kekuatan utama Jakarta, kebersamaan dalam keberagaman," tegas Pramono, menyoroti pentingnya persatuan di tengah perbedaan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pramono juga aktif meresmikan sejumlah rumah ibadah Katolik, termasuk Gereja Kalvari Paroki Lubang Buaya yang sebelumnya terhambat masalah banjir. Ia bahkan meminta wali kota setempat untuk melakukan pengerukan sungai guna mengatasi masalah tersebut. "Alhamdulillah, kemarin sungainya sudah dikeruk. Ini bentuk perhatian pemerintah agar tempat ibadah bisa berfungsi dengan baik," jelasnya, menunjukkan dukungan nyata pemerintah.

Pramono juga berbagi cerita mengenai kedekatannya dengan komunitas Katolik sejak masa kecil, mengapresiasi kesabaran umat dalam menghadapi kendala pembangunan gereja selama puluhan tahun. Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki peran penting dalam memastikan umat beragama mendapatkan fasilitas yang layak untuk beribadah. Dukungan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi semua.

Dengan peresmian Taman Doa Kasih Mulia Sejati, Pramono berharap tempat ini dapat menjadi sumber kedamaian, penguat iman, dan simbol persaudaraan lintas agama. "Semoga tempat ini memberikan berkat bagi semua yang datang. Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, saya nyatakan Taman Doa Kasih Mulia Sejati resmi dibuka," pungkas Pramono, mengakhiri sambutannya dengan doa dan harapan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi