Trivia: Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Berpotensi Hasilkan 800 Ton Sampah Harian, Wamen LH Dorong Pengelolaan Sampah Program MBG Jadi Contoh Terbaik

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) meminta program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi teladan dalam pengelolaan sampah program MBG. Program ini berpotensi hasilkan 800 ton sampah harian!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Berpotensi Hasilkan 800 Ton Sampah Harian, Wamen LH Dorong Pengelolaan Sampah Program MBG Jadi Contoh Terbaik
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) meminta program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi teladan dalam pengelolaan sampah program MBG. Program ini berpotensi hasilkan 800 ton sampah harian! (Merdeka.com)

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendropriyono, menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang efektif. Ia meminta program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi teladan terbaik. Hal ini disampaikan setelah meninjau fasilitas di Jakarta Timur.

Kunjungan tersebut dilakukan pada Jumat (19/9) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Halim Perdana Kusuma. Diaz juga mengunjungi beberapa sekolah penerima manfaat MBG di wilayah Jakarta Timur. Pernyataan ini dikonfirmasi pada hari Sabtu (20/9) dari Jakarta.

Diaz menekankan bahwa program MBG, meskipun sangat bermanfaat bagi anak-anak, memiliki potensi timbulan sampah besar. Oleh karena itu, pengelolaan sampah program MBG harus terintegrasi. Tujuannya adalah memastikan keberlanjutan lingkungan dari inisiatif nasional ini.

Inovasi Pengelolaan Sampah di SPPG Halim

SPPG Halim Perdana Kusuma menjadi salah satu lokasi yang ditinjau oleh Wamen LH. Dapur ini memiliki kapasitas besar, melayani siswa di 15 sekolah dengan kemampuan produksi lebih dari 6.000 porsi makanan per hari. Skala operasional ini menuntut sistem pengelolaan sampah yang mumpuni.

Pengelolaan sampah di SPPG Halim telah menerapkan praktik pemilahan. Sampah dipisahkan menjadi kategori organik dan anorganik. Sampah organik kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara sampah anorganik ditangani melalui kerja sama dengan bank sampah. Dapur ini juga dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sederhana untuk limbah cair.

Diaz Hendropriyono mengapresiasi upaya ini. "Dengan pengomposan, kita bukan hanya mengurangi beban TPA (Tempat Pemrosesan Akhir), tetapi juga menciptakan manfaat baru dari sampah organik," ujarnya. Inisiatif ini menunjukkan potensi besar dalam mengubah sampah menjadi sumber daya yang bernilai.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) turut memberikan bantuan. Mereka menyerahkan dua unit komposter berkapasitas 30-50 kilogram per hari. Selain itu, unit IPAL tambahan juga diberikan untuk memperkuat sistem pengelolaan limbah dapur SPPG Halim.

Diaz berharap SPPG Halim dapat menjadi contoh terbaik. Khususnya dalam hal pengelolaan sampah dan limbah bagi dapur-dapur program MBG lainnya di seluruh Indonesia.

Tantangan dan Potensi Timbulan Sampah Program MBG

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memiliki skala nasional yang sangat ambisius. Badan Gizi Nasional menargetkan pembangunan 30.000 SPPG hingga akhir tahun 2025. Setiap unit SPPG diperkirakan melayani rata-rata 3.000 siswa per harinya. Skala ini membawa potensi timbulan sampah yang signifikan.

Dengan estimasi tersebut, timbulan sampah dari seluruh program MBG diperkirakan mencapai 800 ton per hari. Angka ini menunjukkan urgensi pengelolaan sampah yang terpadu dan tepat guna. Tanpa sistem yang baik, beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) akan semakin meningkat drastis.

Keberlanjutan program MBG sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan sampahnya. Penerapan praktik seperti pemilahan, pengomposan, daur ulang, dan pengolahan limbah cair menjadi krusial. Pendekatan holistik dalam pengelolaan sampah program MBG akan menjamin manfaat lingkungan dan sosial.

Pemerintah terus mendorong inovasi dan kolaborasi. Tujuannya adalah menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efisien. Hal ini tidak hanya mengurangi dampak negatif lingkungan, tetapi juga memaksimalkan potensi ekonomi dari sampah. Program MBG diharapkan menjadi pelopor dalam praktik berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi