Jakarta, 16 September – Klub basket Rajawali Medan secara mengejutkan kehilangan lima pemain utamanya selama masa off-season Indonesian Basketball League (IBL) 2025. Peristiwa ini terjadi sejak akhir Agustus lalu, memicu pertanyaan besar mengenai kekuatan tim untuk kompetisi mendatang.
Berdasarkan data resmi IBL, dari total 14 pemain yang terdaftar dalam roster IBL All Indonesian 2025, kini hanya tersisa sembilan pemain. Jumlah ini sudah termasuk tiga calon rookie yang baru bergabung, menandakan adanya perombakan besar dalam skuad Rajawali Medan.
Kehilangan pilar-pilar penting ini tentu menjadi tantangan serius bagi Rajawali Medan yang harus segera mencari pengganti. Tim diprediksi akan sangat aktif di bursa transfer untuk mengisi kekosongan dan menjaga daya saing mereka di musim IBL 2025.
Advertisement
Advertisement
Pilar Utama yang Memilih Hengkang dari Rajawali Medan
Pemain pertama yang mengumumkan kepergiannya dari Rajawali Medan adalah Cassiopeia Manuputty, yang akrab disapa Cio. Setelah dua musim membela tim tersebut, pebasket yang sebelumnya diboyong dari Evos Thunder Bogor ini memutuskan untuk berpisah, meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar.
Cio Manuputty telah mencatat 38 penampilan bersama Rajawali Medan dan merupakan salah satu pemain yang ikut pindah saat tim bertransformasi ke Medan. Dalam video perpisahannya, Cio menyampaikan, "Terima kasih atas dukungannya Raja Fam's. Terus dukung tim ini, dan jangan pernah berhenti berharap pada Rajawali Medan."
Selanjutnya, Rajawali Medan juga ditinggal oleh Anggi Alfiandi, seorang pemain senior yang memilih untuk pensiun dari dunia basket profesional. Anggi, yang juga merupakan bagian dari rombongan Evos Thunder ke Medan, mengumumkan gantung sepatu hanya dua hari setelah perpisahan Cio, menambah daftar kehilangan pemain berpengalaman.
Advertisement
Pada awal September, badai kepergian pemain kembali menerpa Rajawali Medan dengan lepasnya tiga pemain sekaligus. Mereka adalah William Beckham Mamahit Pontoh, Ryan Mauliza Tandico, dan Saddam Asyruna, yang masing-masing memiliki cerita dan kontribusi tersendiri bagi tim.
William Beckham, yang sempat membela NSH pada musim 2021 dan 2023, kembali ke IBL pada 2025 bersama Rajawali Medan namun hanya tampil dalam lima pertandingan. Sementara itu, Ryan Mauliza adalah pemain yang telah bersama Rajawali sejak awal berdiri di Medan, mencatatkan 24 laga dengan kontribusi terbaik pada musim 2024 yaitu rata-rata 4,3 poin, 1,2 rebound, dan 1,7 assist per laga.
Pemain terakhir yang tidak lagi masuk dalam rencana tim adalah Saddam Asyruna, yang baru bergabung di pertengahan musim 2025 melalui skema pertukaran pemain dari Hangtuah. Meskipun menyelesaikan musim bersama Rajawali, Saddam kini harus mencari pelabuhan baru untuk karir basketnya.
Advertisement
Advertisement
Dampak dan Strategi Rajawali Medan Menatap Musim Depan
Kehilangan lima pilar utama ini secara signifikan mengurangi kedalaman skuad Rajawali Medan. Dari 14 pemain yang ada di daftar roster IBL All Indonesian 2025, kini hanya tersisa sembilan pemain, termasuk tiga calon rookie yang belum memiliki pengalaman penuh di liga profesional.
Kondisi ini menempatkan Rajawali Medan dalam posisi yang menantang, memaksa mereka untuk segera mengambil langkah strategis. Tim harus secara proaktif mencari pemain baru yang berkualitas di sisa bursa transfer untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan para pemain senior dan berpengalaman.
Manajemen Rajawali Medan diprediksi akan bekerja keras untuk menambah kekuatan tim demi menjaga daya saing di IBL musim mendatang. Perekrutan pemain baru yang sesuai dengan filosofi dan kebutuhan tim akan menjadi kunci untuk memastikan Rajawali Medan tetap kompetitif di kancah bola basket nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews