Universitas Cenderawasih (Uncen) di Provinsi Papua meluncurkan program pengabdian masyarakat yang inovatif. Program ini bertujuan memberdayakan warga desa Yoboy dan Kehiran di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, untuk mengolah limbah rumah tangga. Mereka diajarkan cara mengubah minyak jelantah yang tidak terpakai menjadi bahan bakar biodiesel yang bermanfaat.
Inisiatif ini melibatkan dosen, mahasiswa, guru, serta kelompok baca lokal dalam memberikan pelatihan langsung. Tujuannya adalah membantu keluarga setempat mendaur ulang minyak bekas menjadi bahan bakar bersih dan terjangkau. Langkah ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi sehari-hari masyarakat secara mandiri.
Yohanis Mandik, seorang dosen ilmu pengetahuan dan ketua tim pengabdian masyarakat, menjelaskan pentingnya program ini. Demonstrasi pertama telah dilakukan di Desa Yoboy pada hari Minggu, menunjukkan komitmen Uncen dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal. Program ini menjadi solusi ganda untuk masalah limbah dan kebutuhan energi.
Advertisement
Advertisement
Bahaya Minyak Jelantah dan Manfaat Biodiesel
Yohanis Mandik menegaskan bahwa penggunaan kembali minyak goreng bekas atau minyak jelantah secara berulang tidak aman bagi kesehatan. Selain itu, pembuangan minyak jelantah sembarangan dapat menyebabkan kerusakan serius pada lingkungan. Ini menjadi alasan utama mengapa Uncen berinisiatif mencari solusi alternatif yang berkelanjutan.
"Itulah sebabnya kami menunjukkan cara sederhana untuk mengubahnya menjadi biodiesel – baik untuk lampu dan kompor," ujar Mandik. Transformasi ini tidak hanya mengurangi limbah berbahaya tetapi juga menyediakan sumber energi alternatif. Biodiesel ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar penerangan dan memasak, sangat berguna di daerah dengan keterbatasan akses listrik.
Program ini memberikan pengetahuan baru yang sangat berguna bagi masyarakat desa. Jems Gustaf Tokoro, seorang tokoh pemuda setempat, menyambut baik inisiatif ini. "Kami berharap ini bisa menyebar ke komunitas lain di sekitar Danau Sentani," katanya, menunjukkan potensi replikasi program di wilayah lain.
Advertisement
Advertisement
Pelatihan Praktis dan Dampak Positif Komunitas
Lokakarya yang diselenggarakan Uncen mencakup pelatihan langsung yang komprehensif. Peserta diajarkan teknik penyaringan minyak bekas dan proses konversinya menjadi biodiesel. Pelatihan ini menggunakan alat dan bahan dasar yang mudah ditemukan, memastikan keberlanjutan praktik oleh masyarakat.
Hanny Felle, pemimpin kelompok energi lokal Yoboy, menyatakan bahwa warga desa sangat antusias menyambut proyek ini. Mereka melihat potensi besar biodiesel untuk penggunaan rumah tangga maupun usaha kecil. "Ini adalah cara cerdas untuk mengubah limbah menjadi sesuatu yang berharga," ujarnya, menyoroti nilai ekonomi dari program ini.
Biodiesel yang dihasilkan dapat digunakan untuk menyalakan lampu dan perangkat memasak. Hal ini sangat krusial, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan pasokan listrik. Program ini tidak hanya mengatasi masalah limbah tetapi juga meningkatkan kemandirian energi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Kemandirian dan Kesadaran Lingkungan
Program ini merupakan bagian dari upaya Uncen untuk mendukung kemandirian dan kesadaran lingkungan di Papua. Universitas berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar mereka. Inisiatif ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan.
"Ini bukan hanya tentang bahan bakar. Ini tentang membantu orang hidup lebih baik dengan apa yang sudah mereka miliki," kata Yohanis Mandik. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi di balik program, yaitu peningkatan kualitas hidup melalui inovasi dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Dengan mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel, masyarakat tidak hanya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Mereka juga menciptakan solusi energi yang terjangkau dan mudah diakses. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dan inovasi dapat membawa perubahan positif di tingkat komunitas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews