Perebutan gelar juara dunia tinju kelas welter super putri WBC akan segera tersaji. Dua petinju tangguh, Ema Kozin dan Cecilia Braekhus, telah dinyatakan lolos uji berat badan.
Keduanya siap bertarung dalam laga yang dijadwalkan pada 4 Oktober mendatang di Nova Spektrum Lillestrom, Norwegia. Pertarungan ini akan menjadi penentu siapa yang berhak menyandang sabuk juara dunia WBC.
World Boxing Council (WBC) mengumumkan bahwa Kozin dengan berat 71,7 kg dan Braekhus 75 kg, berada dalam batas aman yang ditetapkan. Hal ini membuka jalan bagi pertarungan sengit di atas ring.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Matang Ema Kozin dan Batas Berat Badan WBC
Ema Kozin, petinju muda asal Slovenia, saat ini memegang gelar kelas welter super WBC. Ia akan menghadapi tantangan berat dari Cecilia Braekhus, juara kelas welter super interim WBC, dalam upaya mempertahankan sabuk juaranya.
Kozin, yang berusia 26 tahun, 17 tahun lebih muda dari lawannya, datang dengan tekad kuat untuk mempertahankan gelarnya. Atlet Slovenia ini berambisi untuk mengamankan gelar yang telah diidam-idamkan sejak lama.
WBC secara ketat mengawasi proses uji berat badan untuk memastikan keadilan dan keselamatan petinju. "Kozin menimbang 71,7 kg, sementara Braekhus menimbang 75 kg, keduanya berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh badan pengatur," demikian keterangan WBC dalam laman resminya.
Advertisement
Kepatuhan terhadap batas berat badan menunjukkan profesionalisme tinggi dari kedua atlet. Ini juga menjamin bahwa pertarungan akan berlangsung dalam kondisi yang adil dan kompetitif di divisi kelas welter super ini.
Advertisement
Cecilia Braekhus, Sang Ratu Tinju yang Kembali dari Pensiun
Cecilia Braekhus, yang dijuluki "The First Lady", adalah mantan ratu tinju dunia yang legendaris. Ia pernah memegang semua sabuk kejuaraan kelas welter dari WBC, World Boxing Association (WBA), International Boxing Federation (IBF), World Boxing Organization (WBO), dan International Boxing Organization (IBO).
Prestasinya ini dicapai pada September 2014 setelah mengalahkan Ivana Habazin asal Kroasia. Kemenangan tersebut menjadikannya petinju wanita pertama dalam sejarah tinju yang memegang semua sabuk di kelas welter (66 kg).
Braekhus pernah menguasai kelas welter putri selama sepuluh tahun, sebuah pencapaian luar biasa yang menyamai rekor Joe Louis sebagai juara dunia kelas berat. Namun, ia kemudian memutuskan untuk naik ke kelas welter super.
Advertisement
Setelah menelan dua kekalahan beruntun melawan Jessica McCaskill asal Amerika Serikat pada Maret 2023, petinju berusia 43 tahun ini siap kembali ke ring. Dengan membawa rekor 38 kali menang, 2 kali kalah, dan 1 kali seri, Braekhus bertekad mengembalikan kejayaannya dalam laga bertajuk "The Final Bell" ini.
Pertarungan ini menjadi momen penting bagi Braekhus untuk membuktikan bahwa usianya yang veteran tidak menghalangi ambisinya. Ia dianggap sebagai salah satu petinju putri terbaik sepanjang masa dan kini bersiap untuk kembali ke puncak.
Sumber: AntaraNews
Advertisement