Fakta Unik HUT ke-450 Ambon, Satpol PP Ambon Salurkan Bantuan untuk Korban Konflik Hunut Durian Patah

Dalam rangka HUT ke-450 Kota Ambon, Satpol PP Ambon menyalurkan bantuan kepada korban konflik di Desa Hunut Durian Patah, menunjukkan kepedulian dan peran sosial mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik HUT ke-450 Ambon, Satpol PP Ambon Salurkan Bantuan untuk Korban Konflik Hunut Durian Patah
Dalam rangka HUT ke-450 Kota Ambon, Satpol PP Ambon menyalurkan bantuan kepada korban konflik di Desa Hunut Durian Patah, menunjukkan kepedulian dan peran sosial mereka. (Merdeka.com)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Ambon baru-baru ini menyalurkan sejumlah paket bantuan kemanusiaan kepada warga yang menjadi korban konflik. Penyaluran ini dilakukan di Desa Hunut Durian Patah, Ambon, sebagai bentuk kepedulian sosial mereka. Kegiatan ini bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-450 Kota Ambon, yang jatuh pada 7 September.

Inisiatif ini bertujuan untuk meringankan beban warga terdampak kericuhan di kawasan tersebut, memastikan mereka juga dapat merasakan sukacita perayaan hari jadi kota. Satpol PP ingin menunjukkan bahwa peran mereka tidak hanya terbatas pada penegakan aturan. Mereka juga hadir sebagai garda terdepan dalam melayani dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sekretaris Satpol PP Kota Ambon, V. D. Berhitu, menegaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi nyata dari semangat berbagi kasih. Harapannya, "basudara" atau saudara-saudara yang terkena dampak konflik dapat merasakan kebersamaan. Ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru di tengah situasi sulit.

Detail Bantuan dan Filosofi Satpol PP

Penyaluran bantuan oleh Satpol PP Ambon kali ini mencakup berbagai kebutuhan pokok dan sandang bagi para korban konflik. Paket bantuan yang diberikan meliputi 36 karung beras ukuran 10 kilogram, tiga karton minyak goreng, dan delapan karton mi instan. Selain itu, ada juga 30 kilogram gula pasir, enam karton pakaian layak pakai, serta 50 kantong makanan ringan dan bantuan tambahan lainnya.

V. D. Berhitu menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini secara khusus menyasar warga terdampak kericuhan di kawasan Hunuth Durian Patah. Tujuannya agar mereka juga dapat merayakan sukacita pada hari jadi kota tercinta. Ini adalah bagian dari upaya Satpol PP untuk tidak hanya menjadi penegak aturan, tetapi juga pelayan masyarakat.

Berhitu menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata kepedulian Satpol PP terhadap warga yang membutuhkan, khususnya di momen penting perayaan HUT Kota Ambon. "Satpol PP tidak hanya hadir untuk menegakkan aturan, tapi juga menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. HUT Ke-450 Ambon ini kami maknai dengan berbagi kasih, agar 'basudara' yang terdampak kericuhan bisa merasakan kebersamaan dan semangat baru," kata Berhitu saat menyerahkan bantuan.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan dan perdamaian. "Kita semua adalah orang basudara. Mari jadikan ulang tahun ke-450 Ambon ini sebagai momentum untuk memperkuat perdamaian dan persatuan," ujarnya, menegaskan komitmen Satpol PP terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Apresiasi dan Dampak Positif Bantuan

Penyaluran bantuan oleh Satpol PP Kota Ambon ini mendapatkan sambutan positif dan apresiasi yang tinggi dari pihak desa. Kepala Desa Hunuth-Durian Patah, Yondri Kappuw, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan Satpol PP Kota Ambon kepada warganya. Ia menyoroti bahwa bantuan ini tidak hanya sekadar materi.

Menurut Kappuw, kehadiran Satpol PP dengan paket bantuan ini membawa makna yang lebih dalam. "Kami berterima kasih kepada Satpol PP Kota Ambon yang sudah turun langsung membawa bantuan untuk warga kami. Ini bukan hanya soal bantuan material, tetapi juga tanda kasih yang meneguhkan semangat persaudaraan di tengah situasi sulit," ujarnya.

Kappuw berharap bahwa kepedulian yang ditunjukkan oleh Satpol PP dapat menjadi penguat semangat bagi warga. Hal ini penting agar mereka dapat bangkit kembali pasca konflik yang melanda wilayah tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat memicu optimisme dan harapan baru di kalangan masyarakat.

Dukungan seperti ini sangat krusial dalam proses pemulihan sosial dan psikologis masyarakat terdampak. Kehadiran pemerintah daerah melalui Satpol PP menunjukkan bahwa warga tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan. Ini memperkuat ikatan komunitas dan semangat kebersamaan di Ambon.

Latar Belakang Konflik dan Upaya Pemulihan

Konflik yang melanda Desa Hunuth Durian Patah, yang menjadi latar belakang penyaluran bantuan ini, pecah pada 19 Agustus 2025. Peristiwa tragis ini berawal dari perkelahian antarsiswa SMK Negeri 3 Waiheru. Insiden tersebut menewaskan seorang siswa berinisial AP, yang berasal dari Negeri Hitu, setelah ditikam oleh orang tak dikenal.

Kematian AP memicu amarah warga Hitu, yang kemudian menyerang dan membakar rumah warga Hunuth. Akibat dari kericuhan tersebut, sebanyak 17 rumah terbakar habis, menyebabkan kerugian material yang signifikan. Selain itu, sekitar 779 jiwa atau 156 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk mencari perlindungan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah memberikan berbagai bentuk dukungan kepada para korban. Pemkot Ambon telah memberikan santunan sebesar Rp5 juta bagi keluarga korban meninggal dunia. Selain itu, dana stimulan sebesar Rp15 juta juga diberikan kepada warga yang rumahnya terdampak konflik untuk membantu proses pemulihan.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyatakan komitmen pemerintah untuk membantu pemulihan sepenuhnya. "Kita akan kembalikan para pengungsi ke rumah mereka dan sekaligus membantu mengisi rumah dengan perabotan yang disiapkan. Tujuannya agar masyarakat bisa memiliki peralatan rumah tangga yang layak," ujarnya. Bantuan perabotan seperti televisi, kulkas, tempat tidur, dan kursi juga akan diberikan agar korban bisa memulai kehidupan baru dengan lebih layak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi