Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi menegaskan bahwa kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat kini terbuka lebar bagi berbagai kegiatan positif, termasuk acara keagamaan. Pernyataan penting ini disampaikan pada Minggu (7/9), menandai komitmen pemerintah provinsi dalam mengembalikan denyut aktivitas kota.
Kebijakan ini diambil menyusul kondisi Jakarta yang dinilai telah kembali normal, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyelenggarakan acara keagamaan atau kegiatan positif lainnya. Pramono Anung bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berkomitmen penuh untuk menjaga kelancaran dan keamanan setiap acara yang diselenggarakan.
Penegasan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri langsung acara 'Jakarta Bersalawat' yang diinisiasi oleh Majelis Taklim Nurul Musthofa. Kegiatan akbar ini berlangsung di Plaza Selatan Monas pada Sabtu (6/9) malam, menjadi contoh nyata pemanfaatan Monas untuk kegiatan spiritual dan kemasyarakatan.
Advertisement
Advertisement
Monas Terbuka untuk Kegiatan Positif
Pramono Anung dengan tegas menyatakan bahwa Monas terbuka bagi seluruh acara keagamaan. Ini merupakan komitmen yang telah ia bangun bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Kebijakan ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan ruang publik yang representatif untuk berbagai aktivitas positif.
Setelah sekian lama menantikan, kini masyarakat Jakarta dapat kembali memanfaatkan kawasan Monas untuk kegiatan berskala besar. Gubernur Pramono menekankan bahwa pemerintah provinsi akan menjamin keamanan dan ketertiban setiap acara yang diselenggarakan, memastikan Monas tetap menjadi ikon kebanggaan Ibu Kota yang fungsional.
Pembukaan Monas untuk acara keagamaan dan kegiatan positif lainnya juga menjadi sinyal bahwa Jakarta telah pulih dan siap menyambut aktivitas publik secara penuh. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali denyut kota setelah periode pembatasan tertentu.
Advertisement
Advertisement
Jakarta Bersalawat: Momentum Penguatan Batin
Acara Jakarta Bersalawat yang dihadiri oleh Gubernur Pramono Anung menjadi bukti nyata implementasi kebijakan Monas terbuka. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, sekaligus menjadi doa bersama untuk keutuhan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Pramono Anung mengaku sangat antusias dengan penyelenggaraan Jakarta Bersalawat. Menurutnya, acara semacam ini memiliki peran krusial dalam memperkuat iman dan takwa warga Jakarta, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada terjaganya suasana kota yang aman dan kondusif. "Setelah sekian lama kita menantikan kegiatan kembali di Monas, menurut saya ini momentum yang tepat. Saat Jakarta sedang membutuhkan penguatan batin masyarakat untuk menjaga kota, acara seperti ini sangat penting," tutur Pramono.
Kegiatan Jakarta Bersalawat diawali dengan shalat Magrib berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, tahlil, dan doa bersama. Ribuan jamaah yang hadir kemudian melanjutkan dengan lantunan salawat. Acara ini turut dimeriahkan oleh kehadiran sejumlah ulama, habib, serta tokoh masyarakat, menunjukkan kuatnya dukungan terhadap inisiatif keagamaan di ruang publik.
Advertisement
Gubernur berharap Majelis Nurul Musthofa dan organisasi keagamaan lainnya dapat terus menghadirkan kegiatan positif serupa. Acara-acara ini diharapkan dapat memperkuat ukhuwah islamiyah, selaras dengan upaya bersama dalam rangka menjaga persatuan di tengah masyarakat Jakarta yang beragam.
Sumber: AntaraNews