Kepolisian Resor (Polres) Ternate baru-baru ini memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi kesehatan seorang mahasiswa bernama Ansorudin Banapon alias Olas (22 tahun). Olas dilaporkan sakit setelah mengikuti aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Ternate pada Senin lalu. Klarifikasi ini bertujuan meluruskan informasi yang beredar di masyarakat mengenai penyebab sakitnya.
Klarifikasi disampaikan oleh Kepala Seksi Humas Polres Ternate, AKP Umar Kombong, di Ternate pada Sabtu (06/09). Ia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis dari tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Ternate dan RSUD Chasan Boesorie telah keluar. Pemeriksaan tersebut memastikan bahwa kondisi Olas tidak disebabkan oleh tindak kekerasan fisik.
Menurut AKP Umar, kondisi kesehatan Olas murni terkait penyakit bawaan yang telah dideritanya. Informasi ini penting untuk mengakhiri spekulasi publik terkait dugaan keterlibatan aparat dalam insiden tersebut. Polres Ternate berkomitmen untuk terus mendampingi proses pemulihan kesehatan mahasiswa ini.
Advertisement
Advertisement
Hasil Pemeriksaan Medis Ungkap Fakta Sebenarnya
“Berdasarkan pemeriksaan medis, pasien mengalami penyakit bawaan berupa batu ginjal di sebelah kiri berukuran sekitar 4 cm,” kata Umar. Ia menambahkan, “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, patah tulang, maupun cedera kepala, dada, atau perut pada tubuh Olas.” Hasil ini membantah dugaan awal yang sempat beredar di masyarakat.
Pemeriksaan lanjutan pada 3 September 2025, termasuk USG perut, CT Scan, dan rontgen dada, semakin memperkuat temuan tersebut. Hasilnya secara konsisten menunjukkan adanya batu ginjal berukuran ±4 cm di sisi kiri. Tidak ada indikasi cedera akibat kekerasan yang ditemukan dalam pemeriksaan komprehensif ini.
Pihak keluarga Olas juga turut membenarkan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit ginjal. Riwayat ini sudah ada sebelum aksi unjuk rasa berlangsung. Fakta ini semakin memperkuat diagnosa medis bahwa kondisi kesehatan Olas murni terkait penyakit bawaan.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Perawatan dan Penanganan Medis Olas
Olas pertama kali mendapat perawatan medis pada 1 September 2025, setelah mengeluh sakit pada pinggang kiri dan seluruh badan. Anggota Polres Ternate yang berada di lokasi segera membawanya ke RS Bhayangkara Ternate. Setelah diberi obat pereda nyeri, ia diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan.
Namun, keesokan harinya, 2 September 2025 pagi, Olas kembali ke RS Bhayangkara dengan keluhan serupa. Kali ini, ia juga mengalami gejala kencing bercampur darah. Pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya batu ginjal di bagian kiri, namun ia masih diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Pada sore harinya, kondisi Olas kembali memburuk secara signifikan. Ia mengeluhkan nyeri hebat di pinggang, lemas pada kedua kaki, serta buang air kecil berdarah. Tim medis segera merujuknya ke RSUD Chasan Boesorie Ternate untuk perawatan lanjutan yang lebih intensif.
Advertisement
Hingga kini, Olas masih menjalani perawatan intensif oleh tim dokter RSUD Chasan Boesorie. Terapi yang diberikan meliputi obat anti-nyeri, vitamin saraf, dan anti-radang. Kondisi kedua kakinya dilaporkan mulai membaik, meskipun tindakan lanjutan untuk batu ginjal masih menunggu keputusan tim urologi.
Advertisement
Dukungan Polres Ternate dan Klarifikasi Isu Kekerasan
Sebelumnya, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, telah menjenguk langsung Olas di rumah sakit. Kunjungan ini menunjukkan komitmen Polres Ternate dalam memastikan pelayanan kesehatan terbaik bagi mahasiswa tersebut. Terlebih, Olas diketahui tidak memiliki jaminan BPJS Kesehatan.
“Tim dokter RS Bhayangkara juga terus melakukan pendampingan selama proses perawatan. Kami ingin memastikan bahwa yang bersangkutan mendapat layanan maksimal,” ujar Umar Kombong. Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya Polres untuk memberikan dukungan penuh.
Polres Ternate dengan tegas menyatakan bahwa informasi yang sempat beredar mengenai dugaan kekerasan aparat terhadap Olas adalah tidak benar. Klarifikasi ini sekaligus menutup spekulasi di publik terkait keterlibatan aparat dalam kondisi yang dialami mahasiswa tersebut.
Advertisement
“Dengan demikian, isu mengenai dugaan kekerasan dalam aksi unjuk rasa itu tidak terbukti. Polres Ternate berkomitmen untuk mendampingi proses pemulihan kesehatan Olas dan memastikan informasi yang beredar di masyarakat sesuai fakta medis yang telah diverifikasi,” tegas Umar Kombong. Komitmen ini menunjukkan transparansi pihak kepolisian.
Sumber: AntaraNews