Kepolisian menyiagakan sejumlah personel untuk mengawal aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Polda Metro Jaya siang ini, Jumat (29/8).
Aksi ini merupakan buntut insiden mobil rantis Brimob yang menabrak pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan hingga tewas saat demo di sekitar Gedung DPR RI.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, aparat kepolisian lengkap dengan pelontar gas air mata dan tameng tampak bersiaga di gerbang Jalan Jenderal Sudirman.
Massa aksi sendiri belum terpantau tiba. Kondisi lalu lintas terpantau lancar, bahkan lebih lengang dibanding hari biasa.
Sebelumnya, Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menyampaikan aksi mahasiswa dimulai dari kawasan FX Sudirman usai salat Jumat. “Habis salat Jumat titik kumpul di FX Sudirman,” kata Muzammil saat dikonfirmasi.
Menurutnya, massa akan melakukan long march menuju Polda Metro Jaya dengan membawa tuntutan soal tindakan represif aparat. “Fokus ke persoalan represifnya aparat,” tegasnya.
BEM SI belum memastikan jumlah massa yang hadir, namun diperkirakan akan membludak. “Belum bisa diperkirakan, tapi akan membludak sepertinya,” tambah Muzammil.
Sementara itu, massa ojol juga mulai berdatangan ke depan Gedung DPR sekitar pukul 10.30 WIB.
Mereka berteriak kepada polisi yang berjaga di halaman DPR, sebagian melempar botol air mineral ke arah dalam gedung. Namun, ada juga yang mengimbau rekan-rekannya agar bergeser ke Markas Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat.
Situasi lalu lintas di kawasan DPR, Slipi, Jakarta Barat, masih terpantau lengang hingga siang hari.