Menteri Ekraf Sebut Sekolah Rakyat Wujud Pemerataan Pendidikan, Padukan Kreativitas Lokal di Kendari

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti peran Sekolah Rakyat di Kendari sebagai model pemerataan pendidikan berkualitas yang memadukan kreativitas, kunci masa depan bangsa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Ekraf Sebut Sekolah Rakyat Wujud Pemerataan Pendidikan, Padukan Kreativitas Lokal di Kendari
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti peran Sekolah Rakyat di Kendari sebagai model pemerataan pendidikan berkualitas yang memadukan kreativitas, kunci masa depan bangsa. (Merdeka.com)

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmen pemerintah dalam pemerataan pendidikan berkualitas di Indonesia. Pada 26 Agustus, ia menyoroti peran penting Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) di Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai model inovatif.

Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan pendidikan rakyat sebagai fondasi utama pembangunan nasional. SRMP Kendari dianggap mampu memadukan akses pendidikan dengan pengembangan kreativitas lokal.

Inisiatif ini juga membuka potensi kolaborasi antara Sekolah Rakyat dengan program Talenta Ekraf dari Kementerian Ekraf, yang berfokus pada peningkatan kapabilitas sumber daya manusia. Harapannya, model pendidikan alternatif ini dapat mendorong pembangunan merata di seluruh daerah.

Peran Ekonomi Kreatif dalam Pendidikan Nasional

Menteri Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa ekonomi kreatif merupakan motor penggerak pertumbuhan nasional yang signifikan. Ia meyakini masa depan ekonomi bangsa berada di tangan generasi muda yang kreatif dan inovatif.

Dunia kreatif memiliki spektrum yang sangat luas, meliputi berbagai sektor seperti film, musik, kuliner, aplikasi, gim, kerajinan, hingga desain. Oleh karena itu, tugas bersama adalah mempersiapkan anak-anak agar memiliki keberanian, kepercayaan diri, disiplin, dan keterbukaan terhadap peluang baru.

Kementerian Ekonomi Kreatif secara aktif mendukung langkah-langkah seperti SRMP karena sejalan dengan visi tersebut. Apresiasi tinggi juga diberikan kepada para tenaga pendidik dan relawan yang telah mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak bangsa.

Dedikasi mereka menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung keberhasilan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat.

SRMP 25 Kendari: Model Pendidikan Alternatif Berbasis Asrama

SRMP 25 Kendari berdiri sebagai kelembagaan pendidikan alternatif yang unik, beroperasi dengan dukungan penuh dari Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Meohai. Sekolah ini menerapkan konsep berbasis asrama, menyediakan lingkungan belajar yang komprehensif.

Fasilitas yang tersedia di SRMP 25 cukup lengkap, mencakup sarana laboratorium (komputer, IPA), prasarana kesenian, perpustakaan, asrama, dapur, ruang kelas, laptop, hingga unit kesehatan siswa. Kelengkapan ini dirancang untuk mendukung proses belajar mengajar yang efektif.

Kepala SRMP 25 Kendari, Ferdinand, menjelaskan bahwa sekolah ini melayani 50 siswa yang berasal dari desil 1 dan desil 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Hal ini menunjukkan fokus pada pemerataan akses pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.

SRMP 25 mengadopsi dua kurikulum utama: satu untuk pembelajaran formal di kelas dan satu lagi terkait kegiatan asrama. Kurikulum asrama ini bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian siswa, melengkapi pengetahuan akademis dengan pengembangan soft skill.

Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Pendidikan Kreatif

Dengan adanya fasilitas dan kurikulum yang terintegrasi, SRMP 25 Kendari diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga berorientasi pada kemandirian ekonomi. Ini sejalan dengan visi ekonomi kreatif.

Penyatuan pendidikan formal dengan pengembangan kreativitas dan karakter merupakan strategi penting untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Mereka tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga keterampilan praktis dan mental yang kuat.

Menteri Ekraf berharap model Sekolah Rakyat ini dapat direplikasi dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Tujuannya adalah menciptakan pemerataan pendidikan yang tidak hanya terbatas pada akses, tetapi juga pada kualitas dan relevansi dengan kebutuhan zaman.

Inisiatif seperti SRMP membuktikan bahwa kolaborasi antar kementerian dan dukungan masyarakat dapat menciptakan solusi inovatif untuk tantangan pendidikan. Ini adalah langkah konkret menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing melalui sumber daya manusia yang kreatif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi