Sederet Kejanggalan di Balik Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Versi Keluarga, dari HP hingga Amplop Coklat

Keluarga meminta polisi untuk melakukan rekonstruksi ulang dan otopsi ulang atas kematian Daru.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Sederet Kejanggalan di Balik Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Versi Keluarga, dari HP hingga Amplop Coklat
Ayah Diplomat Kemlu Arya Daru Sebut Anaknya Gembira Ditugaskan di Finlandia, Malah Mau Boyong Orang Tua (Merdeka.com)

Diplomat Arya Daru Pangayunan atau biasa disapa Daru ditemukan tewas di kamar kosnya di Menteng, Jakarta dalam keadaan terlilit lakban di bagian kepala pada 8 Juli lalu. Polisi menyebut kematian Arya Daru tidak ada keterlibatan pihak lain dan tidak ada unsur pidana.

Pihak keluarga meragukan kesimpulan polisi terkait kematian Daru. Keluarga berkeyakinan ada keterlibatan pihak lain di balik kematian Daru.

Pihak keluarga dan penasehat hukumnya menyebut ada sejumlah kejanggalan-kejanggalan dibalik kematian diplomat yang rencananya akan ditugaskan di Finlandia ini pada Agustus 2025. Pihak keluarga meminta polisi untuk melakukan rekonstruksi ulang dan otopsi ulang atas kematian Daru.

Sudah mempersiapkan semua

Keluarga Arya Daru Pangayunan
Keluarga Arya Daru Pangayunan merdeka.com

Penasehat hukum keluarga Daru, Nicholay Aprilindo menyebut sebelum ditemukan meninggal dunia, kehidupan Daru dalam keadaan bahagia. Kondisi ini membuat keluarga meragukan narasi bunuh diri yang menjadi kesimpulan dari pihak kepolisian.

Nicholay menyebut Daru baru saja mendapatkan promosi jabatan dan mendapatkan penugasan baru sebagai diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Finlandia.

Rencananya Daru akan memboyong keluarganya pindah ke Finlandia. Di sana, lanjut Nicholay, Daru sudah mempersiapkan semua hal termasuk sekolah bagi kedua anaknya.

"Semua sudah disiapkan almarhum. Bagaimana orang yang promosi jabatan, sudah mempersiapkan semuanya ke Finlandia masak dia meninggalkan semuanya dengan bunuh diri. Ini tidak masuk akal sehat," ucap Nicholay, Sabtu (23/8) di Kotagede, Yogyakarta.

Kejanggalan lain diungkap oleh Nicholay. Kejanggalan ini adalah handphone milik Daru yang hingga saat ini dinyatakan hilang tiba-tiba kembali aktif lagi Instagram dan Whatsappnya.

"Instagram milik almarhum sempat on usai almarhum meninggal dunia. Padahal dinyatakan handphone almarhum hilang. Ini diketahui oleh istri almarhum," terang Nicholay.

"Selain itu Whatsapp milik almarhum juga sempat aktif. Istri almarhum sempat kembali mengirim pesan dan centang dua. Artinya Whatsapp almarhum on kalau dikirimi pesan bisa centang dua," imbuh Nicholay.

Meski demikian Nicholay menyebut usai sempat aktif lagi Instagram dan Whatsapp milik Daru, beberapa saat kemudian dua aplikasi itu tak lagi bisa dipakai komunikasi. Istri Daru, lanjut Nicholay, sempat kembali mengirim pesan Whatsapp tapi sudah tidak aktif.

Kejanggalan lainnya dipaparkan Nicholay adalah adanya kiriman amplop berwarna coklat dengan pengirimnya adalah orang misterius. Amplop itu dikirim sehari usai Daru dimakamkan dan diterima oleh asisten rumah tangga (ART) di rumah mertua Daru.

"Amplop itu diberikan H+1 (sehari setelah pemakaman Daru). Dikirimi pada saat pengajian oleh seorang misterius dan diterima oleh pembantu keluarga almarhum," ungkap Nicholay.

"Saat dibuka isinya adalah gabus putih berbentuk bintang, gambar hati dan bunga kamboja. Amplop itu dilem dengan dua stiker putih. Hingga sekarang kami belum tahu apa makna atau pesan dibalik pengiriman benda-benda ini," sambung Nicholay.

Nicholay membeberkan temuan amplop berisi tiga benda ini sudah diserahkan pihak keluarga kepada petugas kepolisian. Namun hingga saat ini belum ada penjelasan soal temuan itu.

"Ini jadi tanda tanya besar dari pihak keluarga. Pesan apa yang diberikan orang misterius itu," papar Nicholay.

Nicholay menambahkan pihak keluarga meminta penanganan kasus kematian Daru ini dialihkan dari Polda Metro Jaya ke Mabes Polri. Harapannya dengan adanya pelimpahan kasus ke Mabes Polri ini bisa segera ada jawaban terkait misteri kematian Daru yang sebenarnya.

Rekomendasi