Trivia Kependudukan: Sumenep Genjot Layanan Jemput Bola KTP, Targetkan 100% Warga Punya Identitas Diri pada 2025

Pemkab Sumenep meluncurkan layanan jemput bola KTP untuk mempermudah akses dan mempercepat kepemilikan identitas diri bagi seluruh warganya, terutama di daerah terpencil. Cari tahu target ambisiusnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia Kependudukan: Sumenep Genjot Layanan Jemput Bola KTP, Targetkan 100% Warga Punya Identitas Diri pada 2025
Pemkab Sumenep meluncurkan layanan jemput bola KTP untuk mempermudah akses dan mempercepat kepemilikan identitas diri bagi seluruh warganya, terutama di daerah terpencil. Cari tahu target ambisiusnya! (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan. Mereka kini menerapkan sistem layanan jemput bola untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan berbagai dokumen kependudukan lainnya.

Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah terpencil dan kepulauan, dalam mengurus identitas diri. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sumenep, Ach Syahwan Effendi, menjelaskan bahwa program ini adalah upaya serius pemerintah daerah.

Layanan jemput bola ini diharapkan dapat mempercepat cakupan kepemilikan KTP di Sumenep. Banyak warga sebelumnya terkendala jarak yang jauh untuk datang ke kantor Dispendukcapil, terutama mereka yang berdomisili di pulau-pulau terluar.

Memangkas Jarak, Mendekatkan Pelayanan

Program layanan jemput bola ini dirancang untuk mengatasi hambatan geografis yang selama ini menyulitkan warga Sumenep. Dengan mendatangi langsung desa-desa, Dispendukcapil berharap dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ach Syahwan Effendi menegaskan bahwa langkah ini juga sejalan dengan program nasional dari Kementerian Dalam Negeri. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap warga memiliki identitas resmi yang diperlukan untuk berbagai keperluan, mulai dari akses layanan publik hingga hak pilih.

Inisiatif ini bukan hanya sekadar mempermudah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki KTP. Banyak kasus menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran menjadi salah satu faktor mengapa sebagian warga belum mengurus dokumen penting ini.

Dengan adanya layanan yang mendekat, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi warga untuk tidak memiliki KTP. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mewujudkan cakupan kepemilikan KTP yang merata di seluruh wilayah Sumenep.

Mengatasi Kesenjangan Kepemilikan KTP di Sumenep

Data menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan signifikan dalam kepemilikan KTP di Kabupaten Sumenep. Dari total 1.135.441 jiwa penduduk, sebanyak 1.064.534 orang telah memiliki KTP.

Ini berarti, masih terdapat sekitar 70.907 warga yang belum memiliki KTP. Angka ini menjadi fokus utama Dispendukcapil untuk segera dituntaskan melalui berbagai strategi, termasuk layanan jemput bola.

Beberapa faktor penyebab warga belum memiliki KTP antara lain:

  • Jarak tempuh yang jauh, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kepulauan.
  • Faktor usia, di mana sebagian lansia mungkin kesulitan untuk mengurus dokumen.
  • Status sebagai pekerja migran di luar negeri.
  • Kurangnya kesadaran akan pentingnya kepemilikan KTP.

Melalui program jemput bola ini, pemerintah berupaya menjangkau kelompok-kelompok tersebut. Tujuannya adalah memastikan setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam hal administrasi kependudukan.

Inovasi 'KANG MAS SETIA' dan Target Ambisius 2025

Layanan administrasi kependudukan di tingkat desa yang digagas Pemkab Sumenep diberi nama unik: 'KANG MAS SETIA'. Nama ini merupakan akronim yang mencerminkan tujuan program untuk menciptakan pelayanan yang membahagiakan masyarakat.

Melalui 'KANG MAS SETIA', proses pelayanan administrasi kependudukan diharapkan menjadi lebih cepat dan efisien. Program ini tidak hanya melayani pembuatan KTP, tetapi juga mencakup dokumen penting lainnya seperti Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran.

Kepala Dispendukcapil Ach Syahwan Effendi menargetkan bahwa pada akhir tahun 2025, seluruh masyarakat di Kabupaten Sumenep sudah memiliki KTP. Target ambisius ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah kepemilikan identitas diri.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan target tersebut dapat tercapai. Keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan administrasi kependudukan di Sumenep.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi