Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyerukan penguatan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata. Seruan ini bertujuan untuk memajukan industri event di Indonesia secara signifikan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang Southeast Asia Business Events Forum (SEABEF) 2025 yang berlangsung di Tangerang, Banten.
Acara penting ini menjadi platform bagi para pelaku industri untuk berdiskusi dan merumuskan langkah strategis ke depan. Ni Luh Puspa meyakini bahwa semangat kolaborasi akan membangun ekosistem event yang lebih kuat. Ekosistem ini diharapkan dapat menjadi lebih inklusif dan mampu bersaing di kancah global.
Wakil Menteri menegaskan bahwa keberhasilan industri event di masa depan tidak lagi ditentukan oleh intensitas persaingan. Sebaliknya, efektivitas kolaborasi antar semua pihak menjadi faktor penentu utama. SEABEF 2025 sendiri telah mengidentifikasi beberapa poin kunci untuk mencapai tujuan tersebut.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi sebagai Kunci Kemajuan Industri Event
Dalam pidatonya di SEABEF 2025, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dengan tegas menyampaikan pentingnya sinergi. Beliau mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama dalam memajukan industri event. Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini esensial untuk menciptakan ekosistem yang tangguh.
Puspa menekankan bahwa masa depan industri event tidak lagi bergantung pada persaingan yang ketat. Justru, keberhasilan akan datang dari kemampuan semua pihak untuk berkolaborasi secara efektif. "Saya percaya bahwa dengan semangat kolaborasi, kita dapat terus membangun ekosistem event yang lebih kuat, lebih inklusif, dan kompetitif secara global," ujarnya.
Visi ini mencerminkan perubahan paradigma dalam pengembangan sektor pariwisata dan event. Dengan mengedepankan kolaborasi, diharapkan Indonesia dapat menjadi pemain utama. Hal ini berlaku baik di tingkat nasional maupun regional dalam industri event global.
Advertisement
Advertisement
Lima Pilar Utama dari SEABEF 2025
Asisten Deputi Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibition (MICE) Kementerian Pariwisata, Titus Haridjati, menyoroti lima poin penting yang dihasilkan dari SEABEF 2025. Poin-poin ini menjadi landasan strategis untuk pengembangan industri event ke depan.
Kelima poin ini menunjukkan arah strategis yang jelas bagi industri event di kawasan Asia Tenggara. Fokusnya adalah pada inovasi, keberlanjutan, dan peningkatan kapasitas SDM. Ini semua bertujuan untuk memperkuat posisi regional di pasar global.
Advertisement
Membangun Hub Industri Event Global di Asia Tenggara
Wakil Menteri Ni Luh Puspa mengungkapkan harapannya untuk pertemuan SEABEF berikutnya. "Kami berharap dapat bertemu kembali di SEABEF 2026 dan untuk terus bekerja sama dalam menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat global terkemuka bagi industri event bisnis," katanya.
SEABEF 2025 sendiri telah berhasil mengumpulkan 250 peserta dari berbagai negara. Peserta berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Mereka mewakili institusi pemerintah, asosiasi industri, komunitas akademik, dan sektor swasta. Kehadiran beragam pihak ini menunjukkan minat yang besar terhadap pengembangan industri event.
Forum ini menjadi bukti nyata komitmen regional untuk memajukan sektor event. Dengan kolaborasi yang kuat dan implementasi poin-poin kunci yang disepakati, Asia Tenggara berpotensi besar menjadi pemimpin global. Hal ini akan memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi utama untuk berbagai acara berskala internasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews