Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali menemukan tiga jenazah korban reruntuhan mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo pada Sabtu (4/10) petang. Penemuan ini menambah jumlah total korban meninggal dunia menjadi 17 orang dari insiden tragis tersebut.
Proses evakuasi yang berlangsung di sektor pencarian A4 tersebut memerlukan kehati-hatian ekstra dari tim SAR gabungan. Mereka harus menggunakan alat ekstrikasi serta peralatan las untuk menghancurkan beton dan rangka bangunan yang menimbun korban.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa korban ke-28 dan ke-29 berhasil dievakuasi pada siang hingga sore hari, diikuti penemuan bagian tubuh korban lainnya. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polda Jawa Timur.
Advertisement
Advertisement
Proses Evakuasi Penuh Tantangan
Nanang Sigit mengungkapkan bahwa evakuasi korban reruntuhan mushalla Ponpes Al Khoziny berlangsung dengan penuh kehati-hatian. Korban-korban tersebut tertimbun material bangunan yang berat dan kompleks, memerlukan penanganan khusus dari tim di lapangan.
Tim SAR gabungan harus bekerja keras mengangkat puing-puing reruntuhan dan memotong rangka bangunan terlebih dahulu. Langkah ini krusial sebelum mereka dapat mengevakuasi korban dengan aman dari timbunan material yang berbahaya.
Sebagaimana disampaikan Nanang, "Korban ke-28 berhasil dievakuasi sekitar pukul 14:35 WIB, disusul korban ke-29 pada pukul 16:15 WIB. Selanjutnya, pada pukul 17:35 WIB, tim menemukan salah satu bagian tubuh (body part), semuanya di sektor pencarian A4." Pernyataan ini menunjukkan detail waktu penemuan yang presisi.
Advertisement
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh jenazah langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Surabaya. Di sana, tim DVI Polda Jawa Timur bertugas melakukan proses identifikasi untuk memastikan identitas para korban yang meninggal dunia.
Advertisement
Data Terbaru Korban Runtuhnya Mushalla Al Khoziny
Dengan temuan terbaru ini, total korban akibat runtuhnya mushalla Ponpes Al Khoziny kini mencapai 121 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang dilaporkan selamat dan 17 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Hingga Sabtu malam, upaya pengurangan material reruntuhan di lokasi kejadian masih terus dilakukan. Alat berat tetap dioperasikan untuk membersihkan sisa-sisa bangunan yang ambruk, dengan sekitar 70 persen material telah berhasil dihilangkan.
Pencarian dan evakuasi telah berlangsung selama enam hari sejak insiden terjadi pada Senin (29/9). Setiap hari, tim SAR gabungan berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Advertisement
Data harian menunjukkan progres evakuasi yang signifikan dan penuh perjuangan. Ini mencerminkan dedikasi tim SAR dalam menghadapi kondisi lapangan yang sangat menantang di Sidoarjo.
Advertisement
Kronologi Penemuan Korban Harian
Dari hasil pencarian selama enam hari, total 31 korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny. Pada hari pertama, Senin (29/9), enam korban selamat ditemukan, memberikan harapan awal bagi tim.
Selasa (30/9) menyusul dengan penemuan lima korban, dua di antaranya selamat dan tiga meninggal dunia. Kemudian, pada Rabu (1/10), tujuh korban kembali dievakuasi, dengan empat selamat dan tiga meninggal.
Proses evakuasi berlanjut tanpa henti. Hingga Jumat (3/10), sembilan jenazah yang sementara diidentifikasi sebagai Mr. X juga berhasil ditemukan. Ini menunjukkan sulitnya proses identifikasi di lapangan.
Advertisement
Pada hari keenam, Sabtu (4/10), dua korban tambahan ditemukan dalam kondisi meninggal, serta satu bagian tubuh (body part). Dengan demikian, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 31 orang, terdiri atas 14 selamat dan 17 meninggal dunia, sebagian korban juga masih dalam proses identifikasi.
Sumber: AntaraNews