PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) menggelar rapat tahunan pemegang saham (RUPS) tahun 2025. Dalam rapat tersebut, memutuskan tak ada pembagian dividen tahun ini lantaran dana yang dihasilkan pada 2024 akan digunakan untuk pengembangan perusahaan.
"Dari RUPS tadi pagi para pemegang saham PT Kedoya Adyaraya TBK memutuskan tidak ada pembagian dividen," kata Direktur RSGK Armen Antonius Djan saat publik expose PT Kedoya Adyaraya di The Hall SCTV Tower, Jakarta, Rabu (17/6).
"Alasan tidak ada pembagian dividen tersebut disebabkan karena dana yang dihasilkan pada tahun 2024 akan dipergunakan untuk pengembangan perusahaan, untuk penggunaan mode kerja," sambungnya.
Salah satu Capex atau belanja modal paling besar yang dipersiapkan RSGK tahun 2025 untuk pembelian mesin PET Scan tercanggih di dunia.
"RSGK membeli salah satu mesin scan kanker yang paling canggih di dunia, dan ini yang pertama dimiliki di Asia bukan hanya Asia Tenggara, tapi Asia, dan EMC Graha Kedoya yang pertama kali memiliki," ucap Armen.
Armen menyebut, RSGK mengeluarkan dana hampir Rp200 miliar untuk membeli PET Scan itu. Pembayarannya dilakukan secara bertahap.
"Itu nilai totalnya mungkin kira kira sekitar hampir Rp200 miliar, dan dana pembayaran untuk ini secara bertahap, sampai saat ini RSGK sendiri sudah melalukan pembayaran untuk mesin PET scan ini sekitar Rp50 miliar, jadi ada pembayaran bertahap yang kita jalankan untuk ini," tuturnya.
Armen mengatakan, pembelian PET Scan itu sebagai bentuk komitmen kontribusi ke masyarakat seiring maraknya penyakit kanker di Indonesia.
"Karena semakin banyak juga berita kanker di Indonesia dan kita memerlukan alat scanning yang benar benar canggih untuk busa mendeteksi secara akurat, karena itu keputusan manajemen kita membeli mesin PET Scan yang mungkin paling canggih di dunia ini," pungkasnya.