Sekolah Rakyat di Bekasi Mulai Terima Siswa Bulan Depan, Revitalisasi Dikebut

Revitalisasi bangunan untuk sekolah rakyat meliputi di antaranya, perbaikan pintu dan plafon yang rusak dan pengecatan ruang kelas.

Enriko
Oleh Enriko - Reporter
Sekolah Rakyat di Bekasi Mulai Terima Siswa Bulan Depan, Revitalisasi Dikebut
Wamensos dan Wakil KSP Tinjau Sekolah Rakyat di Bekasi (Merdeka.com/Enriko)

Program Sekolah Rakyat yang bertempat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi ditarget mulai berjalan pada Juli 2025. Saat ini kebutuhan fasilitas dan revitalisasi terus dikebut.

"Di tahun ajaran baru bulan Juli nanti, ini sudah bisa buka," kata Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono seusai meninjau Sekolah Rakyat di Kota Bekasi, Selasa (3/6).

Revitalisasi bangunan untuk sekolah rakyat meliputi di antaranya, perbaikan pintu dan plafon yang rusak dan pengecatan ruang kelas. Sementara fasilitas yang dilengkapi yakni tempat ibadah, sarana olahraga, dan asrama siswa.

"Untuk konkret revitalisasinya itu misalkan ruang kelas dicat, kemudian ada beberapa plafon yang rusak diperbaiki, ada pintu yang rusak diperbaiki, nah kira-kira kualitas revitalisasi seperti itu," ucapnya.

"Direvitalisasi semua, kan harus kita sesuaikan dengan kebutuhan sekolah rakyat ini, butuh kelas, butuh asrama, butuh lab, butuh dapur, butuh tempat makan, ada lapangan olahraganya, nanti ada tempat ibadahnya, gitu loh," lanjut Agus.

Agus mengatakan, sekolah rakyat diperuntukan bagi masyarakat miskin atau keluarga miskin ekstrem. Sehingga ketika lulus nanti, siswa tersebut memiliki ilmu dan berkarakter.

"Karakter apa? Karakter kebangsaan, karakter keagaman, karakter sosial, mereka juga kita siapkan untuk dibekali keterampilan, jadi misalkan sudah lulus SMA tidak mau kuliah dulu, mau kerja dulu, kita sudah bisa membekali keterampilan, karena memang sekolah ini khusus untuk orang-orang miskin dan keluarga dari miskin ekstrem," ungkap Agus.

Sekolah rakyat yang bertempat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur ini akan dibuka sebanyak sembilan rombongan belajar. Untuk satu rombongan belajar akan diisi 20 siswa.

"Jadi nanti di bulan Juli kita akan merekrut murid SMA itu sebanyak 180 siswa," ucapnya.

Fasilitas Sudah Ideal

Wakil Kepala Kantor Staf Presiden, Muhammad Qodari menilai, bangunan yang akan digunakan untuk sekolah rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur sudah ideal. Karena di dalam area sekolah tersebut sudah terdapat sejumlah fasilitas.

"Tadi kita sudah melihat beberapa fasilitas, kita lihat asrama buat siswa, kita lihat juga toiletnya, kita datang juga ke ruang kelasnya, tempat sekolahnya, laboratorium, lihat juga klinik, lihat ke tempat olahraga, sebagai sebuah sekolah sih rasa-rasanya ideal ya," ungkap Qodari saat mengecek langsung sekolah rakyat di Kota Bekasi.

"Jadi kalau kita bicara konsep sekolah rakyat di mana di situ nanti anak-anak didiknya akan belajar, kemudian tinggal, makan, beraktivitas, itu bisa dilaksanakan mudah-mudahan dengan baik. Jadi niat sekolah rakyat ini untuk memberikan pengetahuan, karakter, dan keterampilan, itu di tempat ini ada," tambahnya.

Sekolah rakyat dibangun sebanyak 100 titik di berbagai daerah, termasuk di Kota Bekasi. Untuk di Kota Bekasi, sekolah ini sementara hanya membuka untuk tingkat SMA.

Halaman
Rekomendasi