Jemaah An Nadzir Gowa telah resmi menetapkan 10 Zulhijjah 1446 H, jatuh pada Hari Kamis (5/6). Jemaah An Nadzir akan menggelar salat Iduladha satu hari lebih cepat dibandingkan penetapan pemerintah.
Pimpinan Jemaah An Nadzir, Ustaz M Samiruddin Pademmui membenarkan pihaknya akan melaksanakan salat Idul Adha 1446 H pada Kamis (5/6). Pelaksanaan salat Idul Adha akan dilakukan di pekarangan Masjid Baitul Muqaddis, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Gowa.
"Iya. Insya Allah kami lebaran (Iduladha) Kamis, 5 Juni 2025," ujarnya melalui pesan tertulis, Selasa (2/6).
Samiruddin menjelaskan sebelum menetapkan pelaksanaan salat Iduladha, pihaknya melakukan musyawarah dengan sejumlah tim pemantau jemaah An Nadzir. Dia menjelaskan tim pemantau ini adalah orang yang mengamati purnama terakhir, yakni ke-14, 15 dan 16.
"Jadi sudah ada ditentukan tim pemantau ini melakukan pengamatan purnama ke-14, 15 dan 16. Berdasarkan hasil keputusan itu kami akan melaksanakan lebaran Iduladha 1446 H pada Kamis (5/6)," tuturnya.
Samiruddin menyebutkan penentuan Hari Raya Iduladha pada bulan Zulhijjah berbeda dengan Idulfitri.
"Saat menentukan 1 Syawal untuk Idulfitri diketahui terjadi menjelang pergantian bulan. Karena tim pemantau akan mengamati fenomena alam seperti purnama, gerhana bulan, gerhana penuh dan lainnya," ucapnya.
Samiruddin menambahkan perhitungan bulan untuk menentukan 1 Zulhijjah 1446 H dibantu dua aplikasi yakni Luna SolCal dan Sun Position Demo. Samiruddin menyebut pada 27 Mei 2025, sudah terjadi pergantian bulan/konjungsi/ijtima/new moon dari bulan Zulqaidah ke Zulhijjah 1446 H.
"Hasil pengamatan dan perhitungan bulan tersebut, maka hari Arafah 9 Zulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 4 Juni 2025 M dan 10 Zulhijjah 1446 H jatuh pada Kamis 5 Juni 2025 M," pungkasnya.