Sejumlah perempuan diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh seorang pemuka agama berinisial M di Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi. Praktik cabul berkedok pengobatan alternatif itu sudah beroperasi sejak 2011 lalu.
Salah satu korban berinisial K (28) menceritakan awal mula mendapatkan tindakan pencabulan oleh M pada 2016 lalu. Saat itu, korban mendatangi pelaku untuk mencari suaminya yang sudah lama tidak kembali ke rumah.
"Buat suami saya kan tidak pulang-pulang, (datang ke pelaku) biar suami saya pulang," katanya, Rabu (14/5).
Setelah menyampaikan tujuan dari kedatangannya itu, pelaku kemudian melakukan tindakan pencabulan. Tubuh dan area sensitif korban diraba-raba oleh pelaku dengan dalih sebagai pengobatan agar suaminya cepat kembali ke rumah.
"Terus katanya 'nggak apa-apa (diraba-raba), nanti suaminya bakal balik lagi'," kata korban menirukan ucapan pelaku.
Setelah kejadian itu, korban tidak langsung melaporkannya kepada aparat dengan alasan malu dan takut, termasuk tidak menceritakannya kepada keluarganya.
"Enggak berani (laporan), malu sama takut, enggak ada ancuman sih, tapi takutnya nanti disangkanya fitnah, orang enggak percaya," ucapnya.
Advertisement
Pelaku Kabur
Setelah kelakuan bejatnya terbongkar, terduga pelaku dikabarkan telah melarikan diri. Sementara tempat praktiknya telah disegel oleh pemerintah daerah setempat.
"Tanggal 8 Mei kemarin Camat Pondok Melati, Heryanto bersama Satpol PP telah menutup klinik tersebut," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Saat ini beberapa korban telah melaporkan dugaan perbuatan cabul tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota. Tri menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada penyidik untuk ditindaklanjuti.