Aparat Kepolisian Resor Kediri Kota, Jawa Timur, berhasil mengamankan 14 orang pasca kerusuhan anarkis yang terjadi di wilayah tersebut. Insiden ini berawal dari aksi massa yang awalnya kondusif namun kemudian berubah menjadi tidak terkendali pada Sabtu (30/8) sore.
Kerusuhan ini melanda beberapa lokasi vital, termasuk Mapolres Kediri Kota, kantor DPRD Kota Kediri, serta kompleks kantor Pemkab dan DPRD Kabupaten Kediri. Akibatnya, sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang terbakar hangus.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Ibrahim Saputra, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami identitas para pelaku yang ditangkap. Fokus utama penyelidikan adalah mengungkap siapa aktor intelektual di balik aksi Penangkapan Kerusuhan Kediri yang meresahkan ini.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Kerusuhan dan Dampak Kerusakan
Ratusan massa dari berbagai elemen awalnya menggelar unjuk rasa di depan Mapolres Kediri Kota. Aksi demonstrasi yang semula berjalan damai tersebut tiba-tiba berubah menjadi anarkis, memicu kepanikan dan kerusakan di sekitar lokasi.
Dalam insiden tersebut, massa melakukan tindakan vandalisme yang meresahkan. Mereka membakar sejumlah kendaraan, merusak bangunan, serta fasilitas yang ada di Mapolres Kediri Kota. Kerugian material akibat aksi brutal ini diperkirakan cukup besar.
Tidak hanya di Mapolres, massa juga bergerak menuju kantor DPRD Kota Kediri dan membakar gedung tersebut hingga hangus. Aksi perusakan meluas hingga ke kantor Pemkab Kediri serta DPRD Kabupaten Kediri, yang lokasinya saling bersebelahan. Di sana, massa merusak dan membakar sejumlah ruang, termasuk ruang museum yang berisi berbagai barang peninggalan purbakala.
Advertisement
Pihak kepolisian sempat memergoki oknum yang hendak mengambil sepeda motor di tengah kerusuhan. Berkat kesigapan petugas, tindakan penjarahan tersebut berhasil dicegah, sehingga tidak menambah kerugian yang lebih besar.
Advertisement
Tindakan Tegas Kepolisian dan Upaya Pemulihan Keamanan
Menyikapi insiden ini, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Ibrahim Saputra menegaskan komitmennya untuk menindak tegas para pelaku. "Hingga saat ini kami amankan 14 orang. Kami masih dalami siapa aktor intelektual di balik ini," kata AKBP Anggi Ibrahim Saputra. Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas kasus Penangkapan Kerusuhan Kediri ini hingga ke akar-akarnya.
Untuk menjaga situasi agar tetap kondusif, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Ibrahim Saputra bersama Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri Letkol Inf. Ragil Jaka Utama dan jajarannya melakukan patroli ke sejumlah titik. Rombongan meninjau beberapa fasilitas umum yang dirusak, antara lain Mapolres Kediri Kota, Pos Polisi Semampir, Kantor DPRD Kota Kediri, Kantor Polsek Kota, dan Kantor Satlantas Polres Kediri Kota.
Kapolres juga memastikan bahwa situasi ekonomi di kota ini akan tetap kondusif, meskipun sempat terjadi insiden. "Kami ingin memastikan keamanan tetap dijaga. Kami tetap memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan ke masyarakat," ujarnya, menekankan pentingnya stabilitas bagi aktivitas warga.
Advertisement
AKBP Anggi Ibrahim Saputra juga mengimbau kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tidak lagi melakukan aksi serupa di Kota Kediri. "Masyarakat Kota Kediri ayo jaga kampung kita supaya tetap aman dan nyaman. Saya juga imbau ke pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin aksi, tolong jangan laksanakan karena kami akan melakukan tindakan tegas, terukur namun tetap humanis ke masyarakat," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews