Kota Magelang menjadi saksi perhelatan akbar seni rupa bertajuk "Citrakala Maharddhika". Pameran ini resmi dibuka oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, di Museum BPK RI pada Senin petang. Acara ini menampilkan beragam karya seni dari 36 perupa lokal.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi para seniman, tetapi juga membawa pesan mendalam. Wali Kota Damar Prasetyono menegaskan bahwa pameran ini merupakan perayaan seni rupa yang lahir dari jiwa-jiwa merdeka. Ia berharap pameran ini mampu mengalirkan imajinasi serta kreativitas kepada masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan pameran lukisan ini berlangsung dari tanggal 25 Agustus hingga 11 September. Selain pameran utama, telah diadakan lokakarya melukis bertema "Merdeka Menggambar #2" pada Sabtu (23/8) yang melibatkan 125 siswa SMP dan sederajat di wilayah setempat.
Advertisement
Advertisement
Seni Rupa sebagai Cerminan Jiwa Merdeka
Wali Kota Damar Prasetyono menyampaikan bahwa berbagai karya lukisan yang dipamerkan memberikan inspirasi penting. Inspirasi ini terutama ditujukan kepada generasi muda, dalam kaitannya dengan pembentukan karakter bangsa yang memiliki jiwa merdeka. Karya seniman memiliki nilai krusial untuk mengembangkan kreativitas dan membangun kepribadian bermartabat.
Ia juga menekankan pentingnya seniman memiliki karakter kuat dan memegang prinsip dalam berkarya. Prinsip ini harus terwujud nyata dalam setiap karya seni yang mereka hasilkan. Upaya menumbuhkan cinta terhadap karya seni juga harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.
Salah satu seniman, Kaji Habib, mengungkapkan bahwa melalui pameran ini, para perupa ingin mengekspresikan kemerdekaan imajinasi mereka. Pameran ini merupakan bagian dari perayaan HUT Ke-80 RI di Magelang. Berbagai karya yang ditampilkan menggambarkan kemerdekaan seniman dan pesan tentang ekspresi jiwa yang bebas.
Advertisement
Secara filosofis, tema "Citrakala Maharddhika" berarti seni rupa yang agung dan membebaskan. Karya visual dalam pameran ini lahir dari jiwa merdeka, penuh daya cipta, serta mengangkat martabat kemanusiaan. Semangat kemerdekaan juga menjadi tanggung jawab seniman dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan melalui karya seni.
Advertisement
Kolaborasi Seniman Lintas Generasi dan Edukasi Seni
Ketua panitia pameran, Yustinus Agus, menjelaskan bahwa total 189 karya seni rupa dipamerkan dalam acara ini. Karya-karya tersebut berasal dari 36 pelukis dari Kota dan Kabupaten Magelang, serta 125 siswa SMP yang mengikuti lokakarya melukis. Ini menunjukkan kolaborasi yang erat antara seniman profesional dan generasi muda.
Pameran ini menjadi wadah kolaborasi antara anak-anak seniman kecil, yaitu siswa SMP, dengan seniman profesional atau dewasa. Tujuannya adalah untuk mengedukasi anak-anak agar mau dan ingin melukis dengan merdeka. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan generasi penerus yang berkarakter kuat dan berakhlak baik.
Melalui pameran ini, diharapkan tercipta ruang dialog antara tradisi dan inovasi, lokal dan global, serta individu dan komunitas. Yustinus Agus berharap pameran ini dapat menjadi media pencerahan dan penguatan budaya. Hal ini penting untuk membentuk generasi yang mempunyai khasanah dan akhlak yang baik, kelak menjadi pemimpin.
Advertisement
Sumber: AntaraNews